Dibutyl Succinate dari TCI adalah ester dibutil dari asam suksinat. Bahan ini berupa cairan dan digolongkan TCI sebagai aditif polimer dalam kategori ilmu material. Di laboratorium, senyawa ini terutama dikenal sebagai plasticizer, yaitu zat yang ditambahkan ke polimer untuk meningkatkan kelenturan dan kemudahan pemrosesan. Selain itu, dibutil suksinat dipakai sebagai pelarut berdaya larut sedang, zat antara sintesis organik, dan senyawa model dalam penelitian ester alifatik.
Bahan ini dipilih karena memadukan dua gugus butil yang relatif hidrofobik dengan inti suksinat yang polar. Kombinasi itu memberinya kompatibilitas yang baik dengan berbagai matriks polimer. Volatilitasnya yang rendah membuatnya cenderung tetap berada di dalam material, sebuah sifat yang diinginkan dari plasticizer. Karena berasal dari asam suksinat yang dapat diproduksi secara biologis, dibutil suksinat juga menarik sebagai kandidat plasticizer alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam riset material modern.
Di Indonesia, Dibutyl Succinate relevan bagi laboratorium ilmu material, teknik kimia, dan teknologi polimer yang mengembangkan bioplastik, film kemasan, atau pelapis. Peneliti yang memodifikasi polimer seperti PVC, selulosa asetat, atau polimer berbasis pati dapat memakainya untuk mengevaluasi efek plasticizer terhadap sifat mekanik dan termal material. Kemasan 25mL sangat sesuai untuk tahap formulasi dan pengujian skala laboratorium.
- Plasticizer dalam riset polimer: dibutil suksinat ditambahkan ke matriks polimer untuk menurunkan kekakuan dan meningkatkan kelenturan sehingga pengaruhnya terhadap sifat mekanik dapat dipelajari.
- Pengembangan bioplastik dan film kemasan: sebagai turunan asam suksinat berbasis bio, senyawa ini menjadi kandidat plasticizer alternatif dalam formulasi material yang lebih ramah lingkungan.
- Pelarut dan media reaksi khusus: volatilitasnya yang rendah dan daya larutnya terhadap senyawa organik membuatnya berguna pada reaksi atau formulasi yang memerlukan pelarut bertitik didih tinggi.
- Zat antara sintesis organik: gugus ester dapat dihidrolisis, ditransesterifikasi, atau direduksi untuk menghasilkan turunan suksinat lain yang dibutuhkan dalam penelitian sintesis.
- Standar analitik aditif: senyawa murni ini berguna sebagai pembanding dalam analisis GC atau GC-MS untuk mendeteksi plasticizer pada sampel polimer dan produk jadi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 141-03-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Simpan Dibutyl Succinate dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari api terbuka, sumber panas, oksidator kuat, serta asam atau basa kuat yang dapat menghidrolisis ester. Wadah kaca dengan tutup yang rapat sesuai untuk penyimpanan. Saat memindahkan cairan, gunakan pipet atau gelas ukur bersih. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, lalu bekerja di area berventilasi. Tangani tumpahan dengan bahan penyerap inert dan rujuk SDS produsen.
- Jing dkk. (2018). LEWIS ACID SITES OF Mg2+-MODIFIED POLYSTYRENE SULFONIC ACID RESIN CATALYSYS FOR SYNTHESIS OF DIBUTYL SUCCINATE. Química Nova doi:10.21577/0100-4042.20170230
- Acuña dkk. (2026). Sulfonic acid-functionalized SBA-15 catalysts for the sustainable production of dibutyl succinate from succinic acid. Microporous and Mesoporous Materials doi:10.1016/j.micromeso.2026.114330
- Coltelli dkk. (2008). Influence of the transesterification catalyst structure on the reactive compatibilization and properties of poly(ethylene terephthalate) (PET)/dibutyl succinate functionalized poly(ethylene) blends. European Polymer Journal doi:10.1016/j.eurpolymj.2008.02.007
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


