Dimethyl Succinate dari TCI adalah ester dimetil dari asam suksinat dan tergolong building block non-heterosiklik dalam kimia organik. Senyawa ini merupakan ester suksinat paling sederhana. Karena itu, ia sering menjadi bahan awal untuk membuat turunan suksinat, monomer poliester, dan berbagai zat antara sintesis. Di laboratorium, dimetil suksinat dipakai dalam reaksi transesterifikasi, kondensasi, dan reduksi, serta sebagai senyawa standar dalam analisis kromatografi ester alifatik.
Bahan ini dipilih karena gugus metil esternya kecil dan cukup reaktif. Sifat itu membuat transesterifikasi dengan diol berjalan efisien, dan metanol yang terbentuk mudah dihilangkan untuk mendorong reaksi ke arah produk. Sifat ini sangat berguna dalam sintesis poliester suksinat. Dimetil suksinat memiliki titik leleh yang dekat dengan suhu ruang, sehingga dapat tampak sebagai cairan atau padatan bergantung pada suhu penyimpanan. Bila perlu, bahan dapat dihangatkan perlahan agar mudah dituang.
Di Indonesia, Dimethyl Succinate relevan bagi laboratorium kimia organik, teknologi polimer, dan riset bioplastik yang mengembangkan poliester biodegradable dari sumber terbarukan. Peneliti dapat memakainya sebagai monomer dalam polikondensasi lelehan atau sebagai bahan awal pembuatan zat antara farmasi dan agrokimia. Kemasan 25g mendukung tahap penjajakan reaksi, sedangkan 500g lebih efisien untuk sintesis polimer skala laboratorium yang membutuhkan jumlah monomer lebih banyak.
- Monomer sintesis poliester suksinat: transesterifikasi dengan diol menghasilkan poliester biodegradable, dan metanol yang mudah dihilangkan membantu reaksi polimerisasi berjalan tuntas.
- Bahan awal turunan suksinat: gugus ester dapat diubah menjadi amida, hidrazida, atau diol melalui reaksi standar sehingga mendukung berbagai jalur sintesis organik.
- Reaksi kondensasi pembentukan cincin: senyawa ini dapat dipakai dalam kondensasi untuk menyusun kerangka siklik, misalnya turunan sikloheksanadion, yang berguna sebagai zat antara.
- Studi reduksi dan hidrogenasi ester: sebagai ester alifatik sederhana, senyawa ini menjadi substrat model untuk mengevaluasi katalis yang mengubah ester menjadi alkohol atau diol.
- Standar kromatografi ester alifatik: senyawa murni ini berguna untuk kalibrasi dan identifikasi puncak pada analisis GC atau GC-MS terhadap campuran ester dalam sampel penelitian.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-65-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | cairan atau padatan, bergantung pada suhu lingkungan (titik leleh dekat suhu ruang) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Simpan Dimethyl Succinate dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari sumber api, oksidator kuat, serta asam dan basa kuat yang dapat menghidrolisis ester. Bila bahan memadat, hangatkan perlahan dalam penangas air hangat, jangan memakai api langsung. Botol kaca bertutup rapat sesuai sebagai wadah. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, lalu tangani di lemari asam. Rujuk SDS produsen untuk penanganan tumpahan dan limbah.
- Yang dkk. (2020). Liquid–Liquid Equilibrium Measurement and Correlation for the Ternary Systems (Dimethyl Succinate + 1,4-Butanediol)/(Dimethyl Glutarate + 1,5-Pentanediol)/(Dimethyl Adipate + 1,6-Hexanediol) + Water at Different Temperatures. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.9b01099
- İnce dkk. (2004). Liquid–Liquid Equilibria of Water + Ethanol + Dibasic Esters Mixture (Dimethyl Adipate + Dimethyl Glutarate + Dimethyl Succinate) Ternary System. Separation Science and Technology doi:10.1081/ss-200028823
- Dudáš dkk. (2014). Design consideration of dimethyl succinate production process. Chemical Papers doi:10.2478/s11696-014-0580-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
