Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1643-19-2

Tetrabutilamonium Bromida – Tetrabutylammonium Bromide, CAS 1643-19-2, TCI T0054

Tetrabutilamonium Bromida – Tetrabutylammonium Bromide, CAS 1643-19-2, TCI T0054

Identitas Kimia

Nama lain
TBAB · Bu4NBr
No. CAS
1643-19-2
PubChem
CID 74236·SID 87576073
Rumus molekul
C16H36BrN
Berat molekul
322.37 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
tetrabutylazanium bromide
SMILES
CCCC[N+](CCCC)(CCCC)CCCC.[Br-]
InChIKey
JRMUNVKIHCOMHV-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T0054 Tetrabutylammonium Bromide, yang sering disingkat TBAB, adalah garam amonium kuaterner yang sangat umum di laboratorium sintesis organik. Senyawa ini terkenal sebagai katalis transfer fase. TBAB membantu memindahkan anion dari fase air ke fase organik sehingga reaksi antara reaktan yang tidak saling larut dapat berlangsung lancar. Dalam kategori reaksi kopling silang dengan katalis logam transisi, TBAB banyak dipakai sebagai aditif, misalnya pada reaksi Heck dalam kondisi Jeffery, untuk menstabilkan spesies paladium dan mempercepat reaksi.

TBAB dipilih karena kation tetrabutilamonium yang besar dan lipofilik dapat membawa anion ke dalam pelarut organik. Garam ini juga cukup stabil dan mudah ditangani dalam bentuk padat. Dalam kopling silang, TBAB diyakini membantu menstabilkan nanopartikel atau spesies paladium aktif sekaligus menyediakan ion bromida. Dengan begitu reaksi dapat berjalan pada kondisi lebih ringan, bahkan tanpa ligan fosfin. TBAB juga dipakai sebagai komponen cairan ionik dan pelarut eutektik, serta sebagai elektrolit pendukung dalam elektrokimia.

Di Indonesia, TBAB adalah reagen serbaguna bagi laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, pusat riset farmasi, dan industri kimia yang mengembangkan proses sintesis lebih efisien dan ramah lingkungan. Pilihan kemasan 25g, 100g, dan 500g memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan, mulai dari percobaan skala kecil sampai pemakaian rutin sebagai katalis transfer fase atau media reaksi.

Brosur TCI (PDF)

  • Katalis transfer fase: kation lipofilik membawa anion reaktif ke fase organik sehingga alkilasi, substitusi nukleofilik, dan oksidasi dua fase berjalan lebih efisien.
  • Aditif reaksi Heck dan kopling silang lain: TBAB membantu menstabilkan spesies paladium aktif sehingga reaksi dapat dilakukan pada kondisi ringan tanpa ligan fosfin.
  • Komponen cairan ionik dan pelarut eutektik: garam amonium kuaterner ini dapat dicampur dengan donor ikatan hidrogen membentuk media reaksi alternatif yang menarik untuk kimia hijau.
  • Elektrolit pendukung dalam elektrokimia organik: kelarutannya dalam pelarut organik polar memberi konduktivitas yang diperlukan dalam voltametri dan elektrosintesis.
  • Sumber ion bromida dalam sintesis: TBAB menyediakan bromida yang larut dalam fase organik untuk reaksi halogenasi atau pertukaran anion pada substrat organik.

Dari brosur TCI

  • Aditif pada skema sintesis alkil sulfon dengan P2480

Merek TCI
Nomor CAS 1643-19-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Cross-coupling Reaction using Transition Metal Catalysts [C-C Bond Formation]
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal/serbuk
Penyimpanan tertutup rapat, tempat kering karena bersifat higroskopis

TBAB cenderung menyerap uap air dari udara, sehingga harus disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya dengan desikator di laboratorium yang lembap. Tutup kembali wadah segera setelah menimbang. Jauhkan dari oksidator kuat. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, hindari kontak dengan mata dan kulit, dan bekerja di area berventilasi. Baca SDS untuk informasi bahaya lebih lanjut.

  • Kurzin dkk. (2008). Vapor Pressures for the Acetonitrile + Tetrabutylammonium Bromide, Water + Tetrabutylammonium Bromide, and Acetonitrile + Water + Tetrabutylammonium Bromide Systems. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je800557h
  • Yusof dkk. (2014). Tetrabutylammonium Bromide (TBABr)-Based Deep Eutectic Solvents (DESs) and Their Physical Properties. Molecules doi:10.3390/molecules19068011
  • Barthel dkk. (1999). Osmotic Coefficients and Activity Coefficients of Nonaqueous Electrolyte Solutions. Part 4. Lithium Bromide, Tetrabutylammonium Bromide, and Tetrabutylammonium Perchlorate in Acetone. Journal of Solution Chemistry doi:10.1023/a:1021791823158

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.