Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1112-67-0

Tetrabutilamonium Klorida – Tetrabutylammonium Chloride, CAS 1112-67-0, TCI T0055

Tetrabutilamonium Klorida – Tetrabutylammonium Chloride, CAS 1112-67-0, TCI T0055

Identitas Kimia

Nama lain
TBACl
No. CAS
1112-67-0
PubChem
CID 70681·SID 87576074
Rumus molekul
C16H36ClN
Berat molekul
277.9 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
tetrabutylazanium chloride
SMILES
CCCC[N+](CCCC)(CCCC)CCCC.[Cl-]
InChIKey
NHGXDBSUJJNIRV-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 928.200,00
Harga reguler Rp 664.650,00 Harga obral Rp 928.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T0055 Tetrabutylammonium Chloride adalah garam amonium kuaterner yang terdiri dari kation tetrabutilamonium dan anion klorida. Dalam kategori sintesis khusus, senyawa ini dikenal sebagai bahan cairan ionik dan pelarut eutektik dalam. Senyawa ini juga banyak dipakai sebagai katalis transfer fase dan sumber ion klorida yang larut dalam pelarut organik. Di laboratorium, bahan ini mendukung penelitian media reaksi alternatif, reaksi dua fase, dan berbagai transformasi yang membutuhkan klorida dalam bentuk mudah larut.

Bahan ini dipilih karena kationnya yang besar dan lipofilik membuat garam larut dalam banyak pelarut organik. Akibatnya ion klorida menjadi lebih "telanjang" dan reaktif daripada klorida dari garam anorganik biasa. Sebagai komponen cairan ionik atau pelarut eutektik, senyawa ini dapat dipadukan dengan donor ikatan hidrogen untuk membentuk media dengan sifat yang dapat diatur. Ion klorida yang terlarut juga berguna untuk mengganggu jaringan ikatan hidrogen, sehingga relevan dalam studi pelarutan biopolimer dan pertukaran anion.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia hijau, riset biomassa, dan sintesis organik di perguruan tinggi dan lembaga penelitian, terutama yang mengolah limbah lignoselulosa seperti tandan kosong sawit atau ampas tebu. Kemasan 5g sesuai untuk percobaan awal, 25g untuk penelitian berkelanjutan, dan 100g untuk kelompok riset yang memakainya rutin sebagai media atau katalis.

  • Penyusunan cairan ionik dan pelarut eutektik dalam: garam kuaterner ini dapat dipadukan dengan donor ikatan hidrogen membentuk media reaksi yang sifatnya dapat diatur.
  • Katalis transfer fase: kation lipofilik membawa anion ke fase organik sehingga reaksi antara reaktan berair dan organik berlangsung lebih cepat dan selektif.
  • Sumber klorida larut organik: senyawa ini menyediakan ion klorida reaktif untuk substitusi nukleofilik, pembukaan cincin epoksida, atau pertukaran anion dalam pelarut organik.
  • Riset pelarutan biomassa dan biopolimer: ion klorida terlarut dapat mengganggu ikatan hidrogen, sehingga dapat diteliti untuk memproses selulosa dan bahan lignoselulosa.
  • Elektrolit pendukung dan studi elektrokimia: kelarutannya dalam pelarut organik polar memberi konduktivitas ionik yang dibutuhkan untuk pengukuran voltametri atau elektrosintesis.

Dari brosur TCI

  • Sumber klorida pada deaminatif klorinasi amino heteroaromatik (ditampilkan bersama P2823 pada skema)

Merek TCI
Nomor CAS 1112-67-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Specialty Synthesis > Ionic Liquids [Specialty Synthesis]
Ukuran kemasan 5g, 25g, 100g
Bentuk fisik padatan kristal/serbuk
Penyimpanan tertutup rapat, kering, karena sangat higroskopis

Tetrabutylammonium chloride sangat mudah menyerap uap air. Karena itu simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, idealnya di desikator atau di bawah gas inert bila dibutuhkan kondisi anhidrat. Timbang dengan cepat dan segera tutup kembali wadah. Hindari kontak dengan oksidator kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja di area berventilasi baik sesuai panduan SDS.

  • Sato dkk. (2013). Phase equilibrium of ionic semiclathrate hydrates formed with tetrabutylammonium bromide and tetrabutylammonium chloride. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2012.09.016
  • Kantzas dkk. (2011). Formation of polymer nanowires through electropolymerization of polybithiophene from mixed electrolyte solutions of tetrabutylammonium hexafluorophosphate and tetrabutylammonium chloride. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2010.11.085
  • Shi dkk. (2016). Dissociation Temperatures of Mixed Semiclathrate Hydrates Formed with Tetrabutylammonium Bromide Plus Tetrabutylammonium Chloride. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.6b00106

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Clément Ghiazza. Deaminative chlorination of aminoheterocycles Nature Chemistry, 2021. doi:10.1038/s41557-021-00812-0