Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 112-60-7

Tetraethylene Glycol, CAS 112-60-7, TCI T0099

Tetraethylene Glycol, CAS 112-60-7, TCI T0099

Identitas Kimia

No. CAS
112-60-7
PubChem
CID 8200·SID 87576111
Rumus molekul
C8H18O5
Berat molekul
194.23 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[2-[2-(2-hydroxyethoxy)ethoxy]ethoxy]ethanol
SMILES
C(COCCOCCOCCO)O
InChIKey
UWHCKJMYHZGTIT-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Tetraethylene Glycol dari TCI (kode T0099) adalah oligomer etilena glikol yang tersusun atas empat unit oksietilena dengan gugus hidroksil di kedua ujungnya. Ia dapat dianggap sebagai "PEG pendek" dengan panjang yang terdefinisi. Di laboratorium, bahan ini berperan ganda. Ia adalah blok bangunan untuk sintesis penghubung (linker), eter mahkota, dan turunan oligoetilena glikol, sekaligus pelarut polar bertitik didih tinggi untuk berbagai reaksi dan proses material.

Bahan ini dipilih karena panjang rantainya yang seragam. Polietilena glikol polimer memiliki sebaran berat molekul, sedangkan tetraetilena glikol memberikan penghubung dengan jarak yang pasti. Hal ini penting dalam desain molekul dan biokonjugasi. Rantai eternya memberikan kelarutan dalam air dan pelarut polar, fleksibilitas, serta kemampuan mengoordinasi kation. Gugus hidroksil di kedua ujung dapat difungsionalisasi secara bertahap. Sebagai pelarut, volatilitasnya yang rendah dan kemampuannya melarutkan garam logam menjadikannya pilihan dalam metode poliol untuk sintesis nanopartikel.

Di Indonesia, Tetraethylene Glycol digunakan oleh laboratorium kimia organik dan kimia medisinal untuk membuat penghubung oligoetilena glikol, oleh laboratorium nanomaterial untuk sintesis nanopartikel logam dan oksida, serta oleh laboratorium polimer dan formulasi. Penelitian material elektrolit dan penyimpanan energi juga memanfaatkan senyawa berbasis glikol. Kemasan 25g dan 500g memudahkan laboratorium menyesuaikan kebutuhan antara sintesis halus dan penggunaan sebagai pelarut.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis penghubung oligoetilena glikol: kedua ujung hidroksil dapat difungsionalisasi secara bertahap. Hasilnya adalah penghubung hidrofilik dengan panjang pasti untuk biokonjugasi, PROTAC, dan probe molekuler.
  • Pelarut metode poliol untuk nanopartikel: titik didih tinggi dan kemampuan mereduksi ringan pada suhu tinggi menjadikannya medium yang sesuai untuk menyintesis nanopartikel logam dan oksida logam berukuran terkendali.
  • Prekursor eter mahkota dan senyawa pengikat kation: rantai oksietilena dapat disiklisasi atau diturunkan menjadi ligan eter yang mengoordinasi ion logam alkali untuk studi kimia supramolekul.
  • Pelarut polar bertitik didih tinggi: volatilitasnya yang rendah dan kelarutannya yang luas cocok untuk reaksi bersuhu tinggi dan pelarutan garam organik maupun anorganik.
  • Bahan formulasi dan plastisizer polimer: sifat higroskopis dan rantai fleksibelnya membuatnya berguna sebagai pemlastis, humektan, atau komponen dalam penelitian elektrolit polimer dan formulasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk T0099
Nomor CAS 112-60-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik cairan kental tidak berwarna
Penyimpanan higroskopis; simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Tetraethylene Glycol mudah menyerap uap air dari udara. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Penyimpanan di bawah gas inert dianjurkan untuk aplikasi yang sensitif terhadap air atau peroksida. Untuk sintesis yang menuntut kondisi anhidrat, keringkan bahan sesuai prosedur laboratorium sebelum digunakan. Jauhkan dari oksidator kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di area berventilasi baik, terutama saat pemanasan. Ikuti SDS produsen.

  • CHEN (2008). SYNTHESIS AND MICROPHASE SEPARATION OFPOLY (TETRAETHYLENE GLYCOL SUBERATE). Acta Polymerica Sinica doi:10.3724/sp.j.1105.2008.00867
  • Begum dkk. (2013). Volumetric, viscosimetric and surface properties of aqueous solutions of triethylene glycol, tetraethylene glycol, and tetraethylene glycol dimethyl ether. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2012.09.015
  • Marangoni dkk. (1993). Solubilization and aggregation numbers in micellar mixtures of anionic and cationic surfactants with tetraethylene glycol and tetraethylene glycol dimethyl ether. Langmuir doi:10.1021/la00026a013

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.