Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 326-91-0

4,4,4-Trifluoro-1-(2-thienyl)-1,3-butanedione, CAS 326-91-0, TCI T0438

4,4,4-Trifluoro-1-(2-thienyl)-1,3-butanedione, CAS 326-91-0, TCI T0438

Identitas Kimia

No. CAS
326-91-0
PubChem
CID 5601·SID 87576390
Rumus molekul
C8H5F3O2S
Berat molekul
222.19 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4,4,4-trifluoro-1-thiophen-2-ylbutane-1,3-dione
SMILES
C1=CSC(=C1)C(=O)CC(=O)C(F)(F)F
InChIKey
TXBBUSUXYMIVOS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.618.050,00
Harga reguler Rp 1.146.600,00 Harga obral Rp 1.618.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4,4,4-Trifluoro-1-(2-thienyl)-1,3-butanedione adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa dengan struktur fluorinasi. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, dengan tiga atom fluor yang terikat pada atom karbon, sehingga memberikan sifat unik yang berguna dalam reaksi kimia tertentu. Sebagai bahan dasar, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan senyawa dengan sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi lain.

Karena struktur fluorinasi dan keberadaan tienil, senyawa ini memiliki sifat kimia yang sangat menarik, seperti reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti reaksi nucleofilik dan elektrofilik. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa organofluorin. Selain itu, senyawa ini juga memiliki stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penanganan dan penyimpanan dalam laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan sintesis senyawa kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan produk baru, memperbaiki metode sintesis, atau memahami reaktivitas senyawa fluorinasi. Penelitian berbasis senyawa ini juga mendukung pengembangan teknologi kimia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
  • Penelitian tentang reaktivitas senyawa fluorinasi dalam reaksi kimia organik
  • Pembuatan senyawa organofluorin untuk aplikasi dalam material inovatif
  • Pengembangan metode sintesis yang efisien dan ramah lingkungan
  • Studi tentang interaksi senyawa fluorinasi dalam reaksi kimia kompleks

Dari brosur TCI

  • Ekstraktan logam untuk daur ulang baterai lithium ion

Merek TCI
Nomor CAS 326-91-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik Padat berbentuk serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan

Data dari brosur TCI

Ukuran kemasan25g / 500g

Sumber: TCI brochure FF164 (2024-01-16)

Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau logam. Dalam penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin bersifat iritatif. Selain itu, senyawa ini sebaiknya tidak disimpan bersama bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif untuk mencegah risiko reaksi tidak terduga.

—