Dimethyl Tetrachloroterephthalate dari TCI (kode T1064) adalah diester metil dari asam tetrakloroftalat jenis tereftalat, yaitu cincin benzena dengan empat atom klor dan dua gugus metil ester pada posisi para. Katalog TCI mengelompokkannya sebagai building block non-heterosiklik. Senyawa ini dikenal luas dalam kimia agrokimia sebagai bahan aktif herbisida yang juga sering disebut DCPA, sehingga di laboratorium ia sering dipakai sebagai bahan rujukan maupun pembanding dalam analisis.
Strukturnya yang simetris dan sangat terklorinasi membuat senyawa ini mudah dikenali dalam analisis instrumen, terutama pada kromatografi gas dengan detektor yang peka terhadap halogen dan pada spektrometri massa. Gugus ester pada cincin dapat dihidrolisis untuk menghasilkan asam tetrakloroftalat yang bersangkutan, sehingga bahan ini juga dapat menjadi perantara sintesis. Kestabilan senyawa aromatik terklorinasi membuatnya cocok sebagai standar yang tahan selama persiapan larutan, asalkan disimpan sesuai anjuran produsen.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini terutama relevan bagi laboratorium pengujian residu pestisida pada produk pertanian, kelompok riset agrokimia, dan peneliti lingkungan yang memantau senyawa terklorinasi. Kemasan 25 g memadai untuk penyiapan larutan standar berulang atau percobaan sintesis. Karena termasuk senyawa organik terhalogenasi, penanganan dan pembuangan limbahnya harus mengikuti prosedur khusus. AMI Scientific menyediakan produk TCI ini dengan nomor CAS yang tercantum bagi pelanggan laboratorium.
Produk TCI terkait
- Standar analisis residu pestisida: senyawa dengan identitas jelas ini dipakai menyusun larutan kalibrasi untuk menentukan residu herbisida terklorinasi dalam sampel pertanian dan lingkungan melalui kromatografi.
- Deteksi dengan kromatografi gas: kandungan halogen yang tinggi menghasilkan respons kuat pada detektor yang peka terhadap halogen, sehingga bahan ini bermanfaat untuk validasi dan optimasi metode.
- Studi perilaku lingkungan: peneliti dapat memakainya sebagai senyawa model untuk mempelajari degradasi, adsorpsi, dan mobilitas herbisida terklorinasi dalam tanah dan air.
- Sintesis asam tetrakloroftalat: hidrolisis kedua gugus ester menghasilkan asam dikarboksilat terklorinasi, sehingga bahan ini dapat menjadi perantara bagi penelitian turunan aromatik.
- Penelitian agrokimia: sebagai pembanding struktur dalam studi herbisida, bahan ini membantu peneliti mengevaluasi hubungan antara pola klorinasi dan sifat fisikokimia senyawa serumpun.
| Merek | TCI (kode produk T1064) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1861-32-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | lihat label dan SDS produsen |
| Penyimpanan | ikuti anjuran label dan SDS produsen |
Simpan Dimethyl Tetrachloroterephthalate dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari basa kuat, pengoksidasi, dan makanan atau pakan. Untuk keperluan standar analitik, gunakan alat gelas yang bersih dan hindari kontaminasi silang antar larutan. Timbang di area berventilasi atau lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, dan hindari penghirupan debu. Pelajari SDS produsen untuk bahaya dan penanganan darurat. Pisahkan limbah padat, larutan standar, dan pelarut bekas ke wadah limbah organik terhalogenasi, serta jangan membuangnya ke saluran air.
- Carpenter dkk. (1997). Determination of the Metabolites of the Herbicide Dimethyl Tetrachloroterephthalate in Drinking Water by High-Performance Liquid Chromatography with Gas Chromatography/Mass Spectrometry Confirmation. Analytical Chemistry doi:10.1021/ac961212a
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








