Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 3417-91-2

L-Tyrosine Methyl Ester Hydrochloride, CAS 3417-91-2, TCI T1108

L-Tyrosine Methyl Ester Hydrochloride, CAS 3417-91-2, TCI T1108

Identitas Kimia

No. CAS
3417-91-2
PubChem
CID 76956·SID 87576902
Rumus molekul
C10H14ClNO3
Berat molekul
231.67 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl (2S)-2-amino-3-(4-hydroxyphenyl)propanoate;hydrochloride
SMILES
COC(=O)[C@H](CC1=CC=C(C=C1)O)N.Cl
InChIKey
VXYFARNRGZWHTJ-FVGYRXGTSA-N
Harga reguler Rp 717.150,00
Harga reguler Rp 516.600,00 Harga obral Rp 717.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T1108 adalah L-Tyrosine Methyl Ester Hydrochloride dengan nomor CAS 3417-91-2, turunan asam amino L-tirosin yang gugus karboksilnya sudah diesterkan dengan metanol dan disediakan dalam bentuk garam hidroklorida. Dalam katalog TCI, produk ini berada di kategori Peptide Chemistry di bawah Chemical Biology. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai komponen pembangun dalam sintesis peptida, terutama ketika ujung karboksil harus terlindungi sementara gugus aminonya bereaksi membentuk ikatan peptida dengan asam amino lain.

Bentuk garam hidroklorida memberi keuntungan praktis karena gugus amina berada dalam keadaan terprotonasi sehingga lebih stabil dalam penyimpanan dibandingkan amina bebasnya. Amina bebas dapat dibebaskan saat diperlukan, misalnya dengan penambahan basa organik pada awal reaksi kopling. Gugus fenol pada rantai samping tirosin tetap tersedia untuk modifikasi, seperti alkilasi, asilasi, atau reaksi yang melibatkan cincin aromatiknya. Karena kiralitas L-tirosin dipertahankan, bahan ini cocok untuk sintesis yang menuntut konfigurasi stereokimia tertentu, dan dapat pula dipakai sebagai substrat model dalam studi enzim.

Bagi laboratorium di Indonesia, bahan ini relevan untuk kelompok riset biokimia, kimia peptida, dan kimia bahan alam di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan tersedia dalam ukuran 5 g dan 25 g, yang memungkinkan peneliti memulai dari percobaan skala kecil lalu meningkat bila rute sintesis sudah terbukti. Kami di AMI Scientific siap membantu pengadaan bahan TCI ini beserta pereaksi pendukung seperti pelarut dan reagen kopling sesuai kebutuhan kerja Anda.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis peptida fase larutan: ujung karboksil yang telah berupa ester metil memungkinkan gugus amina bereaksi selektif membentuk ikatan peptida dengan asam amino yang gugus aminonya terlindungi.
  • Substrat model untuk studi enzim: ester asam amino aromatik seperti ini lazim dipakai untuk menguji aktivitas protease dan esterase yang mengenali residu aromatik.
  • Pembuatan turunan tirosin: gugus fenol pada rantai samping dapat dialkilasi atau diasilasi sehingga peneliti memperoleh analog untuk studi hubungan struktur dan fungsi.
  • Pengajaran praktikum kimia peptida dan biokimia: senyawa ini menunjukkan strategi perlindungan gugus fungsi serta pembentukan ikatan amida pada asam amino dengan cara yang mudah diamati.
  • Bahan awal sintesis senyawa kiral: konfigurasi L yang terjaga menjadikannya pilihan bagi sintesis molekul bioaktif yang memerlukan pusat kiral dari sumber asam amino alami.

Merek TCI (kode produk T1108)
Nomor CAS 3417-91-2
Rumus molekul —
Kemurnian sesuai keterangan pada label dan lembar data produsen
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik —
Penyimpanan ikuti anjuran label dan SDS; garam amina umumnya perlu dijaga dari kelembapan

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Garam hidroklorida amina cenderung menyerap uap air, jadi hindari paparan udara lembap dan tutup kembali kemasan segera setelah digunakan. Bila diperlukan, wadah dapat disimpan dalam desikator. Ikuti suhu penyimpanan yang tercantum pada label dan SDS produsen. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung, serta timbang di area berventilasi baik untuk menghindari debu terhirup. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat yang dapat melepaskan amina bebas atau menghidrolisis ester. Buang sisa bahan dan larutan bekas reaksi sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia di laboratorium Anda.

  • Janik dkk. (2009). The evidence for complex formation between N-acetyl-l-tyrosine methyl ester and N-acetylprocainamide hydrochloride using NMR spectroscopy. Structural Chemistry doi:10.1007/s11224-009-9465-5
  • Silva dkk. (2025). L-tyrosine methyl ester hydrochloride crystal under high pressure and DFT calculations. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2024.125449
  • Ramarao dkk. (2008). Evidence for the Involvement of Central Opioidergic Systems in L-Tyrosine Methyl Ester-Induced Analgesia in the Rat. Pharmacology doi:10.1159/000138407

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.