TCI T1127 2,3,5,6-Tetrachloroaniline (CAS 3481-20-7) adalah senyawa anilina terhalogenasi dengan empat atom klorin pada cincin benzena. Di laboratorium, bahan ini diperlakukan sebagai blok bangunan non-heterosiklik untuk sintesis organik. Gugus amino yang ada dapat dimodifikasi lebih lanjut, sementara substituen klorin memberi titik tambahan untuk pengubahan struktur. Senyawa ini cocok bagi peneliti yang membutuhkan kerangka aromatik terhalogenasi dengan pola substitusi tertentu.
Kehadiran empat atom klorin mengubah sifat elektronik cincin dan gugus amino dibandingkan anilina biasa. Efek penarik elektron klorin menurunkan kebasaan amina dan memengaruhi reaktivitasnya dalam reaksi seperti asilasi, diazotasi, atau kondensasi. Pola substitusi 2,3,5,6 yang simetris juga memudahkan interpretasi data spektroskopi, misalnya NMR, sehingga bermanfaat untuk studi struktur dan sifat. Karena itu ia dipilih ketika diperlukan anilina yang sangat terhalogenasi sebagai bahan awal atau pembanding.
Di laboratorium Indonesia, produk dengan kemasan 1 g ini sesuai untuk penelitian sintesis skala kecil, pengembangan senyawa baru, dan kebutuhan standar atau pembanding analisis. Karena merupakan senyawa organoklorin aromatik, penanganannya perlu mengikuti prosedur keselamatan yang ketat dan pengelolaan limbah halogen yang terpisah sesuai ketentuan institusi.
- Bahan awal sintesis organik: gugus amino dan cincin terklorinasi memberi jalan untuk berbagai transformasi sehingga senyawa ini berguna untuk menyusun molekul aromatik yang lebih kompleks.
- Reaksi diazotasi: amina aromatik dapat diubah menjadi garam diazonium untuk diganti dengan gugus lain, sehingga cocok untuk eksplorasi turunan terhalogenasi baru.
- Pembuatan amida dan turunan N-tersubstitusi: gugus amino dapat diasilasi atau dialkilasi, dan efek klorin yang kuat membuatnya menarik untuk mempelajari pengaruh elektronik pada reaktivitas.
- Studi hubungan struktur dan sifat: pola substitusi simetris pada cincin memudahkan peneliti membandingkan sifat spektroskopi dan reaktivitas dengan anilina lain yang kurang terhalogenasi.
- Pembanding dalam riset senyawa organoklorin: bahan ini dapat dipakai sebagai senyawa rujukan untuk pengembangan metode analisis atau penelitian perilaku senyawa aromatik terhalogenasi.
| Merek | TCI (kode produk T1127) |
|---|---|
| Nomor CAS | 3481-20-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | lihat label dan lembar data produsen pada kemasan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat, asam kuat, dan sumber panas. Lindungi dari cahaya langsung. Timbang dan olah di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk menghindari kontak kulit serta hirupan debu. Amina aromatik terklorinasi sebaiknya dianggap berpotensi berbahaya, sehingga baca SDS produsen sebelum bekerja. Kumpulkan limbah padat dan larutan sebagai limbah organik terhalogenasi dan serahkan sesuai prosedur institusi Anda.
- de Wolf dkk. (1992). Bioconcentration and lethal body burden of 2,3,4,5-tetrachloroaniline in guppy, Poecilia reticulata. Chemosphere doi:10.1016/0045-6535(92)90076-4
- Badawi dkk. (2009). Structural stability, NH2 inversion and vibrational assignments of 2,4,6-trichloroaniline and 2,3,5,6-tetrachloroaniline. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2009.09.001
- de Wolf dkk. (1991). Influence of survival time on the lethal body burden of 2,3,4,5-tetrachloroaniline in the guppy, Poecilia reticulata. Science of The Total Environment doi:10.1016/0048-9697(91)90200-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
