Kenapa Saya Membawa TCI ke Indonesia
Share
Saya mengenal TCI (Tokyo Chemical Industry) sebagai pengguna, jauh sebelum AMI Scientific berdiri. Waktu kuliah di Jepang, reagen TCI saya pakai sendiri untuk riset. Jadi ketika hari ini AMI menjadi distributor resmi TCI untuk Indonesia, yang saya bawa adalah bahan yang dulu saya pakai sendiri di lab.
Tulisan ini cerita singkat kenapa saya melakukannya.
Masalah yang sering dialami peneliti di Indonesia
Ada dua keluhan yang paling sering saya dengar dari dosen, mahasiswa, dan peneliti: waktu tunggu dan keaslian.
Soal waktu tunggu, proses impor bahan kimia selama ini nyaris tidak transparan. Setelah memesan, kita tidak tahu kapan barangnya datang. Saya pernah melihat bahan kimia yang baru tiba dua tahun setelah dipesan. Dua tahun itu bisa berarti satu periode hibah habis, atau satu angkatan mahasiswa lulus tanpa sempat memakai bahannya.
Soal keaslian, pembeli sering tidak bisa memastikan dari mana botol yang mereka terima berasal dan apakah isinya sesuai sertifikat. Untuk riset, ini masalah besar. Hasil yang tidak bisa diulang sering bermula dari bahan yang tidak jelas asal-usulnya.
Bertemu TCI di Indonesia
Ketika akhirnya bertemu perwakilan TCI di Indonesia, percakapannya berjalan cepat. Mereka bisa langsung percaya karena saya bukan orang yang baru mengenal produknya: saya sudah memakai TCI selama kuliah di Jepang dan menyelesaikan pendidikan sampai gelar doktor. Kami sama-sama paham apa yang dibutuhkan laboratorium.
Setelah itu ada kunjungan, ada negosiasi, dan kerja sama ini sekarang sudah berjalan sekitar satu tahun.
Apa yang berubah untuk pembeli
Pengiriman lewat udara. Pesanan TCI kami datangkan dengan pesawat, jadi waktu tunggunya dihitung dalam minggu, bukan bulan apalagi tahun.
Prosesnya bisa dilihat. Dengan TCI, setiap tahap pesanan bisa kami lacak dan kami bagikan ke pelanggan. Kalau Bapak/Ibu bertanya "barang saya sudah sampai mana?", kami bisa menjawab dengan data, bukan perkiraan.
Asal barang jelas. Produk datang dari TCI dengan label aslinya. CoA per lot dan SDS kami kirim bersama penawaran atau pesanan, atau kapan saja diminta. Sebagian besar botol TCI kini juga memiliki stiker kode 2D di tutupnya yang bisa dipindai untuk membuka CoA, SDS, dan spesifikasi produk.
Harga lebih masuk akal. Bahan yang dulu lama datang dan mahal karena rantai impornya panjang, sekarang bisa didapat dengan harga yang lebih terjangkau.
Riset itu seperti balapan
Saya sering memakai perumpamaan ini. Riset itu seperti balapan. Mobilnya mungkin sudah bagus, penelitinya pintar dan alatnya lengkap. Tapi kalau bahan bakarnya tidak datang-datang, mobil itu tidak bisa jalan.
Bahan kimia adalah bahan bakar riset. Alasan saya membawa TCI ke Indonesia sederhana: supaya peneliti di sini tidak lagi menunggu bahan bakarnya.
Dr. Muhammad Alief Irham, Pendiri AMI Scientific (PT Advanced Material Indonesia)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah AMI Scientific distributor resmi TCI di Indonesia?
Ya. PT Advanced Material Indonesia (AMI Scientific), yang berbasis di Cimahi, Jawa Barat, adalah distributor resmi TCI (Tokyo Chemical Industry) untuk Indonesia. Penjelasan lengkapnya ada di halaman Distributor Resmi TCI Indonesia.
Bagaimana cara memesan produk TCI di AMI Scientific?
Cari produknya di katalog TCI (lebih dari 10.000 produk), lalu minta penawaran lewat WhatsApp. Kami melayani quotation resmi, invoice atas nama institusi, dan faktur pajak. Langkahnya ada di halaman Cara Order.
Berapa lama produk TCI sampai?
Produk TCI dikirim lewat udara, sehingga waktu tunggunya dalam hitungan minggu. Lama pastinya tergantung ketersediaan stok di TCI dan perizinan impor untuk bahan tertentu. Status pesanan bisa ditanyakan kapan saja.
Bagaimana memastikan produk TCI yang saya terima asli?
Periksa label asli TCI pada botol dan cocokkan nomor lot dengan CoA yang kami kirim. Sebagian besar botol TCI juga memiliki stiker kode 2D di tutupnya yang bisa dipindai untuk membuka CoA dan SDS.