Rumus Pengenceran Larutan dan Kalkulatornya

Kalkulator kimia gratis

Rumus Pengenceran Larutan dan Kalkulatornya

Hitung berapa mL larutan pekat yang harus diambil, volume akhir, atau konsentrasi setelah diencerkan. Berlaku untuk molaritas, normalitas, persen, maupun ppm.

Pakai satuan yang sama dengan M1.
Isi tiga kolom di atas untuk melihat hasil dan langkah hitungnya.

Apa itu pengenceran?

Pengenceran adalah menurunkan konsentrasi larutan dengan menambahkan pelarut. Jumlah zat terlarutnya tetap, yang bertambah hanya pelarutnya. Karena itu jumlah mol sebelum dan sesudah pengenceran sama.

Rumus pengenceran

M1 × V1 = M2 × V21 = sebelum diencerkan, 2 = sesudah diencerkan
M1konsentrasi larutan awal (pekat)V1volume larutan awal yang diambilM2konsentrasi larutan akhir (encer)V2volume larutan akhir

Rumus ini berlaku untuk satuan konsentrasi apa pun, misalnya M, N, %, atau ppm, asal satuannya sama di kedua sisi. Begitu pula volume: V1 dan V2 harus dalam satuan yang sama.

Contoh soal pengenceran

Contoh 1: membuat HCl 0,1 M dari HCl 1 M

Tersedia HCl 1 M. Anda ingin membuat 100 mL HCl 0,1 M. Berapa mL HCl 1 M yang harus diambil?

  1. M1 × V1 = M2 × V2
  2. 1 M × V1 = 0,1 M × 100 mL
  3. V1 = 10 mL

Jawaban: ambil 10 mL HCl 1 M, lalu encerkan dengan akuades sampai 100 mL di labu ukur.

Contoh 2: dari asam sulfat pekat

Asam sulfat pekat 98% memiliki konsentrasi sekitar 18,4 M. Berapa mL yang diperlukan untuk membuat 500 mL H2SO4 1 M?

  1. 18,4 M × V1 = 1 M × 500 mL
  2. V1 = 500 ÷ 18,4 = 27,2 mL

Jawaban: sekitar 27,2 mL asam sulfat pekat, dimasukkan perlahan ke dalam air, lalu diencerkan sampai 500 mL.

Contoh 3: alkohol 96% menjadi 70%

Berapa mL etanol 96% yang diperlukan untuk membuat 100 mL etanol 70%?

  1. 96% × V1 = 70% × 100 mL
  2. V1 = 7000 ÷ 96 = 72,9 mL

Jawaban: sekitar 72,9 mL etanol 96%, lalu tambahkan air sampai 100 mL.

Keselamatan: saat mengencerkan asam pekat, selalu masukkan asam ke dalam air sedikit demi sedikit, bukan sebaliknya. Pengenceran asam sulfat melepaskan panas besar dan bisa memercik. Gunakan pelindung mata, sarung tangan, dan lemari asam.

Kenapa volume pelarut yang ditambahkan tidak selalu V2 − V1?

Volume tidak selalu bisa dijumlahkan begitu saja. Mencampur etanol dan air, misalnya, menghasilkan volume yang sedikit lebih kecil dari jumlah keduanya. Karena itu cara yang tepat adalah mengambil V1, lalu menambahkan pelarut sampai tanda batas V2 di labu ukur, bukan menambahkan tepat V2 − V1.

Menghitung molaritas larutan pekat

Botol reagen pekat biasanya mencantumkan kadar (% b/b) dan massa jenis. Molaritasnya dihitung dengan M = (% × massa jenis × 10) ÷ Mr. Contoh H2SO4 98%, massa jenis 1,84 g/mL, Mr 98,08: M = (98 × 1,84 × 10) ÷ 98,08 = 18,4 M. Kalkulatornya tersedia di halaman kalkulator kimia, bagian reagen pekat.

Pertanyaan umum

Apakah rumus M1V1 = M2V2 bisa dipakai untuk persen?

Bisa, selama satuannya sama di kedua sisi. Untuk persen volume (% v/v), hasilnya adalah pendekatan karena volume campuran tidak selalu bisa dijumlahkan.

Apakah rumus ini berlaku untuk normalitas?

Ya. N1 × V1 = N2 × V2 berlaku dengan cara yang sama.

Bagaimana jika ingin mencampur dua larutan dengan konsentrasi berbeda?

Itu pencampuran, bukan pengenceran. Rumusnya: M campuran = (M1 × V1 + M2 × V2) ÷ (V1 + V2).

Pengenceran bertingkat itu apa?

Pengenceran yang dilakukan beberapa kali berturut-turut, misalnya 1:10 lalu 1:10 lagi sehingga totalnya 1:100. Faktor pengencerannya dikalikan.

Alat apa yang dipakai untuk pengenceran yang akurat?

Pipet volumetrik atau mikropipet untuk mengambil V1, dan labu ukur untuk volume akhir V2. Gelas ukur kurang akurat untuk larutan standar.

Siapkan larutan dengan reagen grade analitik

AMI Scientific adalah salah satu distributor resmi TCI di Indonesia. Reagen dengan CoA & SDS per lot, penawaran resmi, dan faktur pajak untuk kampus serta laboratorium.

Rumus & kalkulator lain: molaritas, mol, molalitas, normalitas, titrasi, pH, penyangga, Mr (massa molar), ppm, fraksi mol, persen massa, tabel periodik, MSDS bahan kimia.