Anisoin, dengan nomor CAS 119-52-8, adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa organik. Anisoin sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Dalam laboratorium, produk ini berperan sebagai bahan bantu yang mendukung proses pembuatan senyawa kompleks.
Anisoin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses reaksi kimia tanpa mengalami degradasi berlebihan. Bahan ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai senyawa lain, menjadikannya fleksibel dalam berbagai aplikasi. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi secara spontan, Anisoin menjadi pilihan yang aman dan efisien dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Anisoin digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses sintesis senyawa baru yang berpotensi untuk pengembangan obat atau bahan kimia industri. Dengan ketersediaan yang cukup, Anisoin mendukung kegiatan penelitian yang berkelanjutan di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
Brosur TCI (PDF)
- Polymerization Initiators 2025-09-17 · hal. 4
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 25
- Pembuatan senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Sintesis senyawa aromatik dalam bidang farmasi
- Reaksi kimia sebagai bahan bantu dalam reaksi substitusi
- Penelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas senyawa organik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam proses produksi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 119-52-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Anisoin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara untuk mencegah reaksi oksidasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, tidak terlalu panas atau dingin. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Andreoni dkk. (1991). Metabolism of lignin-related compounds by Rhodococcus rhodochrous: bioconversion of anisoin. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/bf00208166
- Washio dkk. (2021). Asymmetric Anisoin Synthesis Involving Benzoin Condensation Followed by Deracemization. Crystal Growth & Design doi:10.1021/acs.cgd.1c00036
- Gatti dkk. (2006). Anisoin: A useful pre-chromatographic derivatization fluorogenic reagent for LC analysis of guanidino compounds. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis doi:10.1016/j.jpba.2005.12.035
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








