Adrenosterone adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori steroid, yang memiliki peran penting dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini digunakan sebagai bahan baku atau reagen dalam analisis kimia, terutama dalam studi tentang hormon adrenal dan metabolisme steroid. Dalam laboratorium, Adrenosterone sering digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar hormon tertentu dalam sampel biologis. Sebagai bahan kimia yang stabil dan memiliki sifat kimia yang terprediksi, Adrenosterone menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.
Adrenosterone memiliki struktur molekuler yang kompleks, namun tetap mempertahankan sifat kimia yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan proses sintesis dan analisis. Bahan ini juga memiliki tingkat kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik, yang memudahkan proses ekstraksi dan pemisahan. Karena sifat ini, Adrenosterone sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai teknik analisis seperti kromatografi dan spektroskopi. Selain itu, bahan ini memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi dalam penggunaan normal, sehingga meminimalkan risiko bahaya bagi peneliti.
Di laboratorium Indonesia, Adrenosterone digunakan secara luas dalam penelitian bidang kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sering diaplikasikan dalam studi tentang metabolisme hormon, pengujian obat, serta analisis sampel biologis. Dengan sifat kimia yang stabil dan aplikasi yang luas, Adrenosterone menjadi salah satu bahan penting dalam penelitian ilmiah di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Steroids 2026-07-28 · hal. 3
- Adrenosterone digunakan dalam analisis hormon adrenal untuk memahami mekanisme fisiologis tubuh.
- Bahan ini cocok untuk uji kualitatif dan kuantitatif dalam laboratorium kimia dan farmasi.
- Adrenosterone sering dimanfaatkan dalam penelitian tentang penyakit endokrin dan metabolisme steroid.
- Bahan ini digunakan dalam sintesis senyawa steroid untuk pengembangan obat baru.
- Adrenosterone menjadi reagen utama dalam teknik kromatografi untuk pemisahan senyawa kompleks.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 382-45-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Adrenosterone harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini.
- Musharraf dkk. (2002). Microbial Transformation of (+)-Adrenosterone. Natural Product Letters doi:10.1080/10575630290033105
- Piper dkk. (2024). Employing 11-Ketotestosterone as a Target Analyte for Adrenosterone (11OXO) Administration in Doping Controls. Metabolites doi:10.3390/metabo14030141
- DZIERBA dkk. (1996). ChemInform Abstract: An Ascending Synthesis of Adrenalcorticosteroids. The Total Synthesis of (+)‐Adrenosterone.. ChemInform doi:10.1002/chin.199635193
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


