Stanozolol adalah senyawa steroid yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki struktur kimia yang mirip dengan testosteron, namun dengan modifikasi pada rantai karbon yang memengaruhi aktivitasnya. Stanozolol sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa steroid lainnya, serta dalam uji aktivitas biologis untuk mengevaluasi efek farmakologisnya. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium yang melakukan penelitian tentang hormon, metabolisme, dan efek farmakologis senyawa steroid.
Stanozolol memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, bahan ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan analisis. Selain itu, Stanozolol memiliki kestabilan termal yang baik, sehingga memudahkan penyimpanan dan pemrosesan dalam kondisi laboratorium. Karena karakteristik ini, Stanozolol menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan ketahanan dan konsistensi kimia.
Di laboratorium Indonesia, Stanozolol sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan, farmasi, dan biokimia. Bahan ini menjadi bagian dari rangkaian bahan kimia yang mendukung pengembangan obat, uji efek hormon, serta penelitian tentang metabolisme dan efek samping senyawa steroid. Stanozolol juga digunakan dalam studi tentang pengaruh hormon pada pertumbuhan dan perkembangan organisme.
Brosur TCI (PDF)
- Steroids 2026-07-28 · hal. 4
- Stanozolol digunakan dalam uji aktivitas biologis untuk mengevaluasi efek farmakologis senyawa steroid.
- Bahan ini cocok untuk sintesis senyawa steroid lainnya dalam penelitian farmakologi.
- Stanozolol sering digunakan dalam analisis kuantitatif senyawa steroid dalam sampel biologis.
- Bahan ini mendukung penelitian tentang mekanisme kerja hormon pada tubuh manusia.
- Stanozolol digunakan dalam studi efek samping dan metabolisme senyawa steroid dalam tubuh.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10418-03-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Stanozolol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini.
- KEA (2018). Hepatotoxicity Associated with Methylstenbolone and Stanozolol Abuse. Medical Journal of Clinical Trials & Case Studies doi:10.23880/mjccs-16000176
- &NA; (1991). Stanozolol. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199103760-00043
- Karimooy dkk. (2019). Neurotoxic Effects of Stanozolol on Male Rats‘ Hippocampi: Does Stanozolol cause apoptosis?. Biomolecular Concepts doi:10.1515/bmc-2019-0009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


