Atovaquone, dengan nomor CAS 95233-18-4, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam bidang biofarmaka dan penelitian mikrobiologi. Bahan ini merupakan salah satu antibiotik yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan parasit tertentu, terutama *Plasmodium falciparum*, penyebab malaria. Dalam laboratorium, Atovaquone sering digunakan sebagai bahan baku dalam pengembangan obat dan uji aktivitas anti-mikroba.
Atovaquone memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan dimetil sulfoxida. Sifat ini memungkinkan bahan ini untuk digunakan dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Selain itu, Atovaquone memiliki aktivitas anti-parasit yang kuat, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian terkait penyakit tropis dan infeksi parasit.
Di laboratorium Indonesia, Atovaquone digunakan dalam penelitian terapan klinis dan farmakologi, terutama di institusi riset kesehatan masyarakat. Bahan ini juga sering diaplikasikan dalam uji toksisitas dan pengembangan formulasi obat baru. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya bahan yang relevan untuk kebutuhan penelitian di bidang kesehatan.
Brosur TCI (PDF)
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 9
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 9
- Uji aktivitas anti-parasit untuk pengembangan obat malaria
- Penelitian farmakologi dalam pengujian efektivitas senyawa baru
- Analisis kimia dalam proses sintesis senyawa bioaktif
- Uji toksisitas untuk mengevaluasi dampak bahan pada sel manusia
- Pengembangan formulasi obat yang mengandung senyawa anti-mikroba
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95233-18-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Atovaquone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penurunan kualitas. Bahan ini sebaiknya disimpan di suhu kamar, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- (1998). Atovaquone/proguanil prophylaxis prevents malaria in adults. Inpharma Weekly doi:10.1007/bf03315048
- &NA; (2000). Atovaquone + azithromycin superior in babesiosis. Inpharma Weekly doi:10.2165/00128413-200012660-00044
- (1995). New drugs: Atovaquone. Australian Prescriber doi:10.18773/austprescr.1995.059
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiparasitic Ingredients, Antiprotozoal Ingredients, Antihelminthic Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiparasitic Ingredients, Antiprotozoal Ingredients, Antihelminthic Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)








