Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 747-36-4

Hydroxychloroquine Sulfate TCI H1306

Hydroxychloroquine Sulfate TCI H1306
Harga reguler Rp 2.094.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.094.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H1306 Hydroxychloroquine Sulfate adalah garam sulfat dari hidroksiklorokuin, senyawa turunan 4-aminokuinolin yang dikenal luas dalam kajian antimalaria dan imunomodulasi. Dalam konteks laboratorium penelitian, bahan ini digunakan sebagai senyawa acuan analitik dan sebagai reagen uji biologis, bukan sebagai sediaan untuk penggunaan pada manusia. Peneliti memanfaatkannya untuk mengembangkan dan memvalidasi metode analisis, menyiapkan larutan baku pada kromatografi cair, serta sebagai senyawa perlakuan pada percobaan kultur sel yang menelaah jalur lisosom dan autofagi.

Sifat yang membuatnya sering dipilih adalah karakter basa lemah lipofilik yang mampu menembus membran dan terakumulasi di dalam kompartemen sel bersuasana asam, khususnya lisosom. Penumpukan ini meningkatkan pH lisosom dan menghambat fusi autofagosom dengan lisosom, sehingga senyawa ini menjadi alat farmakologi standar untuk memblokir tahap akhir autofagi pada percobaan in vitro. Bentuk garam sulfatnya memberikan kelarutan air yang jauh lebih baik dibandingkan basa bebasnya, sehingga larutan induk mudah disiapkan dalam medium berair dan disaring secara steril tanpa memerlukan pelarut organik tambahan yang dapat memengaruhi viabilitas sel.

Di Indonesia, bahan ini digunakan laboratorium farmasi, biomedis, dan pengawasan mutu pada perguruan tinggi serta lembaga penelitian untuk keperluan baku pembanding, penelitian biologi sel, dan pengembangan metode. Karena termasuk bahan berkhasiat obat, pengadaan dan pemakaiannya perlu mengikuti ketentuan kelembagaan serta peraturan yang berlaku. Kemasan 5 g dan 25 g menyesuaikan kebutuhan analisis rutin maupun percobaan berulang.

  • Baku pembanding analitik: dipakai menyiapkan larutan standar untuk kalibrasi dan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi pada analisis kuantitatif.
  • Penghambat autofagi in vitro: menaikkan pH lisosom sehingga degradasi autofagosom terhambat dan akumulasi penanda autofagi dapat diamati secara jelas.
  • Studi jalur lisosom: digunakan sebagai agen lisosomotropik untuk menelaah fungsi lisosom, endositosis, dan transpor vesikel pada kultur sel.
  • Penelitian antimalaria dasar: berperan sebagai senyawa pembanding pada pengujian aktivitas kandidat senyawa baru terhadap parasit di laboratorium.
  • Pengembangan formulasi dan uji stabilitas: menjadi bahan model untuk mengkaji perilaku kelarutan, disolusi, dan degradasi senyawa basa lemah.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog H1306
Nomor CAS 747-36-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan serbuk kristalin; rincian mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis TCI
Penyimpanan tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, sesuai anjuran pada label produsen

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena turunan kuinolin umumnya peka terhadap sinar. Gunakan wadah kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil untuk larutan induk, dan simpan larutan dalam alikuot kecil agar tidak mengalami pembekuan dan pencairan berulang. Sebagai bahan berkhasiat obat, penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam atau kabinet penimbangan serbuk untuk mencegah terhirupnya debu halus, dengan sarung tangan nitril, masker yang sesuai, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Catat pemakaian secara tertib, batasi akses pada personel berwenang, dan buang limbah mengikuti prosedur laboratorium yang berlaku.

  • BERNSTEIN (1992). Ocular Safety of Hydroxychloroquine Sulfate (Plaquenil). Southern Medical Journal doi:10.1097/00007611-199203000-00010
  • Noaimi dkk. (2025). The Treatment of Acute Cutaneous Leishmaniasis With Oral Zinc Bisglycinate and Oral Hydroxychloroquine Sulfate. Cureus doi:10.7759/cureus.84618
  • Erarpat dkk. (2022). A simple and efficient derivatization strategy combined with switchable solvent liquid–liquid microextraction hydroxychloroquine methyl acetate‐ d 3 ‐based quadruple isotope dilution gas chromatography mass spectrometry for the determination of hydroxychloroquine sulfate in biological fluids. Rapid Communications in Mass Spectrometry doi:10.1002/rcm.9282

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.