Aluminium hidroksida (Al(OH)₃) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Sebagai bahan berbasis logam alkali tanah, aluminium hidroksida memiliki sifat kimia dan fisika yang unik, yang membuatnya menjadi bahan penting dalam reaksi kimia, katalisis, dan analisis kuantitatif. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam proses sintesis senyawa organik dan anorganik. Dalam laboratorium, aluminium hidroksida juga digunakan sebagai bahan pengendap atau agen pengendap dalam analisis kimia.
Aluminium hidroksida memiliki struktur kristal yang stabil dan sifat amfoterik, yang memungkinkannya bereaksi dengan asam maupun basa. Sifat ini menjadikannya sangat fleksibel dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini juga relatif tidak beracun dan memiliki stabilitas tinggi dalam kondisi normal, sehingga aman untuk digunakan dalam berbagai eksperimen. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi dengan bahan lain, aluminium hidroksida sering dipilih sebagai bahan bantu dalam proses kimia yang memerlukan kestabilan.
Di laboratorium Indonesia, aluminium hidroksida digunakan secara luas dalam berbagai penelitian, terutama dalam bidang kimia analitik, katalisis, dan studi material. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang konsisten. Dalam konteks pendidikan, aluminium hidroksida juga sering digunakan dalam praktikum kimia untuk memperkenalkan siswa pada konsep reaksi kimia dan sifat senyawa kimia.
Brosur TCI (PDF)
- Metallic Salts 2025-11-06 · hal. 9
Produk TCI terkait
- Natrium Hidroksida – Sodium Hydroxide (2mol/L in Water), CAS 1310-73-2, TCI S0543
- Natrium Hidroksida – Sodium Hydroxide (1mol/L in Water), CAS 1310-73-2, TCI S0542
- Indium(III) Hidroksida – Indium(III) Hydroxide, CAS 20661-21-6, TCI I1147
- Bismut(III) Hidroksida – Bismuth(III) Hydroxide, CAS 10361-43-0, TCI B6474
- Kalium Hidroksida – Potassium Hydroxide (Pellets), CAS 1310-58-3, TCI P2849
- Kalium Hidroksida – Potassium Hydroxide (Powder), CAS 1310-58-3, TCI P2844
- Sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa anorganik yang memerlukan reaktivitas terkendali
- Digunakan dalam proses pengendapan untuk memisahkan ion logam dari larutan
- Bahan utama dalam reaksi katalitik untuk meningkatkan efisiensi reaksi kimia
- Dalam analisis kimia, digunakan sebagai standar untuk menentukan konsentrasi ion aluminium
- Cocok untuk eksperimen kimia yang memerlukan bahan dengan sifat amfoterik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 21645-51-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Aluminium hidroksida harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan kering untuk mencegah reaksi dengan kelembapan. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk memastikan keselamatan. Bahan ini tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia lain, sehingga penyimpanan dalam wadah tertutup cukup memadai.
- &NA; (1991). Aluminium hydroxide see Sucralafte/aluminium hydroxide. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199103710-00008
- Vrolijk dkk. (1990). Coprecipitation of yttrium and aluminium hydroxide for preparation of yttrium aluminium garnet. Journal of the European Ceramic Society doi:10.1016/0955-2219(90)90034-d
- &NA; (1996). Aluminium hydroxide/magnesium hydroxide. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199605950-00009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








