Sodium Hydroxide (NaOH) dalam bentuk granul merupakan bahan kimia penting yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam reaksi kimia seperti hidrolisis, saponifikasi, dan pembuatan senyawa organik. Sodium Hydroxide memiliki sifat kimia yang kuat, dapat bereaksi dengan berbagai senyawa untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Dalam laboratorium, bahan ini juga digunakan untuk menyesuaikan pH larutan, mempercepat reaksi kimia, atau sebagai bahan pengendap.
Sodium Hydroxide granul memiliki karakteristik fisik yang stabil dan mudah disimpan dalam kondisi tertentu. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit atau mata jika tidak ditangani dengan hati-hati. Namun, karena sifatnya yang kuat, sodium hydroxide sangat efektif dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam proses pembentukan ikatan karbon-karbon. Bahan ini juga memiliki daya larut yang tinggi dalam air, sehingga mudah dilarutkan untuk digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, sodium hydroxide granul digunakan dalam berbagai penelitian kimia, baik di universitas maupun lembaga penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang melibatkan reaksi kimia organik, analisis kualitatif, dan pembuatan senyawa kimia. Karena sifatnya yang kuat dan kegunaannya yang luas, sodium hydroxide menjadi salah satu bahan yang wajib ada di laboratorium kimia.
- Reaksi hidrolisis senyawa ester untuk menghasilkan asam dan alkohol
- Pembuatan larutan basa kuat untuk mengatur pH dalam reaksi kimia
- Saponifikasi lemak dan minyak untuk menghasilkan sabun
- Reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon dalam sintesis organik
- Penyaringan dan pemurnian senyawa kimia melalui proses basa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1310-73-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Cross-coupling Reaction using Transition Metal Catalysts [C-C Bond Formation] |
| Ukuran kemasan | 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Granul |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Sodium hydroxide granul harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari kelembapan untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat korosif, sehingga wadah penyimpanannya harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau keramik. Saat menangani bahan ini, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menyimpannya bersama bahan asam atau bahan lain yang bersifat reaktif.
- Prokof'ev dkk. (2014). Preparation of granulated LTA and SOD zeolites from mechanically activated mixtures of metakaolin and sodium hydroxide. Applied Clay Science doi:10.1016/j.clay.2014.07.008
- Nedunuri dkk. (2024). Improving the workability and workable time of sodium hydroxide-activated ground granulated blast furnace slag binder-based concrete. CEMENT doi:10.1016/j.cement.2024.100106
- Darweesh (2022). Effect of Sodium Hydroxide Molarity on the Alkali-Activated Fly Ash and Granulated Slag Geopolymer Binders with Water Glass – Part I. Nano Progress doi:10.36686/ariviyal.np.2022.04.07.035
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
