Sodium benzenesulfonate adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini merupakan senyawa organik yang memiliki struktur dasar benzena dengan gugus sulfonat yang terikat pada atom karbon. Dalam konteks laboratorium, sodium benzenesulfonate sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain, terutama dalam reaksi substitusi atau reaksi elektrofilik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi bagian penting dalam pembuatan senyawa fungsi atau produk kimia industri.
Sodium benzenesulfonate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reaktan kimia. Karakteristik utamanya adalah kelarutan yang baik dalam air dan kemampuannya untuk berfungsi sebagai donor elektron dalam reaksi kimia. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, sodium benzenesulfonate digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam sintesis senyawa aromatik, pembuatan obat, dan pengembangan bahan kimia industri. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian, karena keberadaannya memudahkan proses eksperimen dan pengembangan teknologi kimia lokal.
Produk TCI terkait
- Methyl Benzenesulfonate, CAS 80-18-2, TCI B0033
- Ethyl Benzenesulfonate, CAS 515-46-8, TCI B0032
- Butyl Benzenesulfonate, CAS 80-44-4, TCI B0031
- Sodium 4-(2-Bromoethyl)benzenesulfonate, CAS 65036-65-9, TCI S0484
- 2-Chloroethyl Benzenesulfonate, CAS 16670-48-7, TCI C2230
- Nickel(II) Benzenesulfonate Hexahydrate, CAS 39819-65-3, TCI B0034
- Sintesis senyawa aromatik dengan reaktivitas tinggi
- Pembuatan bahan aktif farmasi dalam proses formulasi
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam kimia organik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti deterjen dan polimer
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa sulfonat dalam kondisi berbeda
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 515-42-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Sodium benzenesulfonate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Simpan jauh dari sumber panas dan bahan kimia yang bersifat oksidator untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
- Shishlov dkk. (2016). Effect of ion interactions on the IR spectrum of benzenesulfonate ion. Restoration of sulfonate ion symmetry in sodium benzenesulfonate dimer. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2016.06.030
- Wang dkk. (2017). Study of ciprofloxacin adsorption and regeneration of activated carbon prepared from Enteromorpha prolifera impregnated with H 3 PO 4 and sodium benzenesulfonate. Ecotoxicology and Environmental Safety doi:10.1016/j.ecoenv.2017.01.006
- Lyu dkk. (2019). Asymmetric sodium benzenesulfonate Gemini surfactant: Synthesis, properties and application. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2019.04.109
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






