2-Bromohexanoic Acid adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari rantai karbon dengan satu gugus bromo pada posisi kedua dan gugus karboksilat di ujung rantai. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, ester, atau senyawa lain yang memerlukan substitusi bromo pada rantai karbon.
2-Bromohexanoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi eliminasi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal untuk reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kontrol presisi. Karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan ahli kimia dalam pengembangan senyawa baru.
Di laboratorium Indonesia, 2-Bromohexanoic Acid digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik, farmasi, dan material. Senyawa ini menjadi bagian penting dalam penelitian yang bertujuan menghasilkan senyawa dengan aplikasi medis atau industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dalam mengakses bahan baku yang diperlukan untuk eksperimen mereka.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan ester dan amida dalam reaksi kimia organik
- Reaksi substitusi nukleofilik untuk modifikasi rantai karbon
- Penelitian material polimer dengan struktur kompleks
- Pengembangan senyawa kimia untuk aplikasi industri kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 616-05-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Bromohexanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Pastikan wadah tidak bocor dan simpan di area yang tidak terjangkau oleh anak-anak dan hewan. Selalu pastikan ventilasi cukup saat melakukan penggunaan atau penanganan untuk mencegah akumulasi uap.
- Ndima dkk. (2021). The crystal structure of 6-bromohexanoic acid, C6H11BrO2. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1515/ncrs-2021-0224
- Bremer dkk. (2013). Complexation of Cm(III) and Eu(III) with 2,6-bis(5-(2,2-dimethylpropyl)-1H-pyrazol-3-yl)pyridine and 2-bromohexanoic acid studied by time-resolved laser fluorescence spectroscopy. Radiochimica Acta doi:10.1524/ract.2013.2037
- Palmer dkk. (2009). 680 INCORPORATION OF 6-BROMOHEXANOIC ACID (6BH) INTO CELLULAR PYRUVATE DEHYDROGENASE COMPLEX (PDC): FURTHER EVIDENCE FOR GENERATION OF AN AUTOIMMUNOGENIC NEOANTIGEN IN PRIMARY BILIARY CIRRHOSIS (PBC). Journal of Hepatology doi:10.1016/s0168-8278(09)60682-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







