6-Bromohexanoyl Chloride adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya, sehingga menjadi komponen penting dalam berbagai proses pembuatan senyawa baru. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu, baik dalam penelitian maupun pengembangan produk kimia.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap air dan bahan kimia polar. Karena sifat ini, 6-Bromohexanoyl Chloride dipilih karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi organik seperti SN2, SN1, dan reaksi elektrofilik. Karakteristik ini menjadikannya sebagai bahan yang sangat relevan dalam sintesis senyawa halogenasi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti kimia, mahasiswa, dan industri farmasi untuk keperluan penelitian dan pengembangan. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan penggunaan dan pengelolaan senyawa ini dalam berbagai proyek ilmiah dan industri.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa halogenasi kompleks untuk penelitian kimia organik
- Reaksi substitusi halogen pada rantai karbon untuk pembuatan senyawa baru
- Pengembangan produk farmasi dengan struktur tertentu melalui reaksi kimia
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogenasi dalam berbagai kondisi
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa organik yang memiliki aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22809-37-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
6-Bromohexanoyl Chloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan kelembapan. Bahan ini bersifat reaktif terhadap air dan bahan kimia polar, sehingga perlu dihindari kontak langsung dengan air atau bahan kimia lainnya. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker.
—







