1,3-Butanediol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memiliki struktur yang sederhana namun sangat fleksibel, memungkinkan reaksi substitusi dan polimerisasi untuk menghasilkan senyawa kompleks. Dalam konteks laboratorium, 1,3-Butanediol sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa organik, termasuk ester, amina, dan senyawa heterosiklik.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi, sehingga menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai eksperimen kimia. Karena sifatnya yang tidak beracun dan tidak mudah menguap, 1,3-Butanediol relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Selain itu, senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, menjadikannya sangat praktis untuk berbagai aplikasi.
Di laboratorium Indonesia, 1,3-Butanediol digunakan secara luas dalam pendidikan dan penelitian kimia. Banyak institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen dasar dan penelitian lanjutan. Ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang terjangkau membuatnya menjadi bahan yang populer di berbagai laboratorium.
Produk TCI terkait
- 4-Benzyloxy-1,3-butanediol, CAS 71998-70-4, TCI B3326
- 1,4-Butanediol Monomethyl Ether, CAS 111-32-0, TCI B2402
- 1,2-Butanediol, CAS 584-03-2, TCI B0804
- 2,3-Butanediol (mixture of stereoisomers), CAS 513-85-9, TCI B0681
- TCI B0680 110-63-4 1,4-Butanediol
- 2,2,4,4-Tetramethyl-1,3-cyclobutanediol (mixture of isomers), CAS 3010-96-6, TCI T0145
- Sintesis senyawa organik sebagai bahan baku utama
- Pembuatan ester dan amina melalui reaksi esterifikasi
- Pengujian sifat kimia dalam reaksi polimerisasi
- Eksperimen pendidikan untuk memahami reaksi substitusi
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 107-88-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,3-Butanediol sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Karena senyawa ini bersifat tidak beracun dan tidak mudah menguap, penanganannya relatif aman. Namun, tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah harus ditempatkan jauh dari sumber panas dan bahan kimia reaktif.
- Checoni dkk. (2009). Experimental Study of the Excess Molar Enthalpy of Ternary Mixtures Containing Water + (1,2-Propanediol, or 1,3-Propanediol, or 1,2-Butanediol, or 1,3-Butanediol, or 1,4-Butanediol, or 2,3-Butanediol)+Electrolytes at 298.15 K and Atmospheric Pressure. Journal of Solution Chemistry doi:10.1007/s10953-009-9426-z
- Zorębski dkk. (2007). Molar heat capacities for (1-butanol + 1,4-butanediol, 2,3-butanediol, 1,2-butanediol, and 2-methyl-2,4-pentanediol) as function of temperature. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2007.04.011
- Jiang dkk. (2012). Production of 2,3-butanediol from acid hydrolysates of Jatropha hulls with Klebsiella oxytoca. Bioresource Technology doi:10.1016/j.biortech.2011.12.083
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






