Diacetyl (431-03-8) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Sebagai salah satu bahan dasar kimia, Diacetyl memiliki peran penting dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi organik, termasuk dalam pembuatan ester, aldehida, dan senyawa heterosiklik. Diacetyl juga digunakan sebagai bahan bantu dalam pengujian reaktivitas senyawa lain.
Diacetyl memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Senyawa ini memiliki aroma khas yang kuat, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati untuk menghindari paparan yang tidak terkendali. Karena sifat reaktivitasnya, Diacetyl sering dipilih dalam eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi dan kestabilan reaksi.
Di laboratorium Indonesia, Diacetyl digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang kimia organik dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini menjadi pilihan utama untuk para peneliti yang membutuhkan bahan dasar kimia yang dapat diandalkan dan mudah ditemukan. Dengan ketersediaan yang cukup, Diacetyl memudahkan proses eksperimen dan pengembangan teknik kimia di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
Brosur TCI (PDF)
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Pembuatan ester dan aldehida dalam reaksi kimia organik
- Uji reaktivitas senyawa lain dalam kondisi tertentu
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 431-03-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Diacetyl harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang reaktif, bahan ini harus disimpan dalam wadah yang tahan terhadap reaksi kimia. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, untuk menghindari paparan langsung. Di laboratorium, Diacetyl harus ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif, agar mengurangi risiko kecelakaan.
- Fukase dkk. (2023). Diacetyl strategy for synthesis of NHAc containing glycans: enhancing glycosylation reactivity via diacetyl imide protection. Frontiers in Chemistry doi:10.3389/fchem.2023.1319883
- Nishino dkk. (2013). The Role of Oxygen Intermediates in the Retention Time of Diacetyl Adaptation in the Nematode Caenorhabditis elegans. Journal of Experimental Zoology Part A: Ecological Genetics and Physiology doi:10.1002/jez.1806
- Pires dkk. (2015). Continuous beer fermentation - diacetyl as a villain. Journal of the Institute of Brewing doi:10.1002/jib.205
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








