Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 78-92-2

2-Butanol, CAS 78-92-2, TCI B0705

2-Butanol, CAS 78-92-2, TCI B0705

Identitas Kimia

Nama lain
sBuOH
No. CAS
78-92-2
PubChem
CID 6568·SID 87563706
Rumus molekul
C4H10O
Berat molekul
74.12 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
butan-2-ol
SMILES
CCC(C)O
InChIKey
BTANRVKWQNVYAZ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Rp 333.900,00 Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Butanol, dengan nomor CAS 78-92-2, adalah sebuah senyawa organik yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Sebagai salah satu jenis alkohol, 2-Butanol memiliki sifat volatil dan mudah menguap, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pelarut ringan. Bahan ini digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik, termasuk polimer, minyak, dan bahan kimia lainnya yang tidak larut dalam air. Dalam laboratorium, 2-Butanol juga digunakan dalam proses ekstraksi dan sintesis senyawa kimia, serta sebagai bahan bantu dalam analisis kualitatif dan kuantitatif.

Sifat kimia dan fisika dari 2-Butanol membuatnya sangat diminati di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahan ini memiliki titik didih yang relatif rendah, sehingga mudah diuapkan dan cocok untuk proses distilasi. Selain itu, 2-Butanol bersifat tidak beracun dalam dosis kecil, menjadikannya aman untuk digunakan dalam skala laboratorium. Karena sifatnya yang tidak polar, 2-Butanol juga mampu melarutkan senyawa non-polar, sehingga menjadi pelarut yang sangat fleksibel.

Di Indonesia, 2-Butanol sering digunakan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan industri. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam penelitian dan pengembangan produk baru, seperti obat, bahan kimia, dan bahan baku industri. Karena ketersediaannya yang cukup dan harga yang terjangkau, 2-Butanol menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian di Indonesia.

  • Sebagai pelarut dalam proses sintesis senyawa organik karena kemampuannya melarutkan berbagai senyawa non-polar.
  • Digunakan dalam analisis kromatografi untuk memisahkan komponen-komponen dalam campuran kimia.
  • Cocok untuk eksperimen ekstraksi bahan organik karena sifat volatil dan kemampuannya melarutkan senyawa non-polar.
  • Dapat digunakan dalam pembuatan campuran pelarut untuk reaksi kimia yang membutuhkan pelarut ringan.
  • Sebagai bahan bantu dalam proses distilasi untuk memisahkan komponen berdasarkan titik didihnya.

Dari brosur TCI

  • Komponen kondisi reaksi dalam skema cross-coupling stereospesifik bersama E1539

Merek TCI
Nomor CAS 78-92-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Solvents > Alcohol Solvents
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik Cairan jernih
Penyimpanan Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung.

2-Butanol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat volatilnya, bahan ini harus disimpan dalam wadah yang tahan terhadap bocor. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit atau mata jika terkena langsung. Selain itu, 2-Butanol harus dihindari dari kontak dengan bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.

  • Qureshi dkk. (2000). Economics of Butanol Fermentation using Hyper-Butanol Producing Clostridium Beijerinckii BA101. Food and Bioproducts Processing doi:10.1205/096030800532888
  • Juszyńska dkk. (2006). Neutron Scattering in 3,3-Dimethyl-2-Butanol and 2,3-Dimethyl-2-Butanol. Solid State Phenomena doi:10.4028/www.scientific.net/ssp.112.89
  • Nair dkk. (2023). Electrochemical studies on the corrosion performance of ternary ethanol–butanol–gasoline and methanol–butanol–gasoline blends. Chemical Papers doi:10.1007/s11696-023-03178-4

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Jianyu Xu. Overcoming the Naphthyl Requirement in Stereospecific Cross-Couplings to Form Quaternary Stereocenters Journal of the American Chemical Society, 2021. doi:10.1021/jacs.1c03898

Kategori Produk