1-Butanol, dengan nomor CAS 71-36-3, adalah sebuah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium. Sebagai salah satu jenis alkohol, 1-butanol memiliki sifat volatil dan mudah menguap, sehingga sering digunakan sebagai pelarut dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini juga digunakan dalam pembuatan senyawa organik, pelarut untuk bahan kimia, serta dalam proses sintesis berbagai produk kimia. Dalam laboratorium, 1-butanol sering diaplikasikan untuk memisahkan senyawa, mengencerkan bahan kimia, atau sebagai bahan bantu dalam analisis kimia.
1-Butanol memiliki sifat kimia yang stabil, serta kemampuan untuk melarutkan berbagai senyawa organik dan anorganik. Karena sifat ini, 1-butanol menjadi pilihan yang ideal dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam proses pelarutan dan pengenceran. Bahan ini juga memiliki titik didih yang relatif tinggi, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam proses distilasi dan penguapan. Selain itu, 1-butanol tidak bersifat korosif, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 1-butanol sangat relevan dalam berbagai bidang seperti kimia organik, analisis kimia, dan penelitian. Bahan ini sering digunakan oleh para peneliti dan mahasiswa untuk berbagai eksperimen, termasuk dalam pembuatan senyawa baru, uji sifat kimia, dan proses isolasi komponen kimia. Karena keberadaannya yang luas dan aplikasinya yang beragam, 1-butanol menjadi bahan yang sangat penting dalam laboratorium lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 15
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 40
- Sebagai pelarut dalam sintesis senyawa organik karena kemampuannya untuk melarutkan berbagai senyawa.
- Digunakan dalam proses isolasi komponen kimia melalui teknik ekstraksi dan distilasi.
- Cocok untuk uji sifat kimia karena sifatnya yang stabil dan tidak korosif.
- Dapat digunakan dalam analisis kuantitatif untuk mempercepat proses pelarutan bahan kimia.
- Berguna dalam pembuatan campuran pelarut untuk reaksi kimia yang membutuhkan lingkungan pelarut organik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 71-36-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Solvents > Alcohol Solvents |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1-Butanol harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung. Tempat penyimpanan harus kering dan sejuk, dengan suhu sekitar 15-25°C. Karena sifat volatilnya, bahan ini harus dihindari dari paparan panas atau sumber api. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Dalam penggunaan, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta pastikan ventilasi cukup untuk menghindari akumulasi uap.
- Elizalde-Solis dkk. (2010). Vapor–liquid equilibria and phase densities at saturation of carbon dioxide+1-butanol and carbon dioxide+2-butanol from 313 to 363K. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2010.03.042
- Jawad dkk. (2023). Reaction Kinetics of Tert-Butanol Esterification. Journal of Engineering doi:10.31026/j.eng.2014.12.05
- Bahadur dkk. (2012). Volumetric properties of ternary (IL + 2-propanol or 1-butanol or 2-butanol + ethyl acetate) systems and binary (IL + 2-propanol or 1-butanol or 2-butanol) and (1-butanol or 2-butanol + ethyl acetate) systems. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2012.01.002
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







