1,2-Butylene Oxide adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam laboratorium kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini berperan sebagai bahan dasar atau building block dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering dimanfaatkan dalam proses pembuatan polimer, obat-obatan, dan bahan kimia industri. Dalam praktik laboratorium, 1,2-Butylene Oxide digunakan untuk memulai reaksi yang memerlukan penggabungan atom karbon dengan berbagai gugus fungsional.
1,2-Butylene Oxide memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat reaktif. Senyawa ini memiliki titik didih yang relatif tinggi dan bersifat tidak berwarna, cair, serta mudah larut dalam pelarut organik. Sifat reaktivitasnya membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi seperti epoksidasasi dan pembentukan rantai karbon. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus kimia, senyawa ini sangat fleksibel dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 1,2-Butylene Oxide digunakan secara rutin dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering diaplikasikan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, pengembangan bahan kimia, serta pengujian reaktivitas senyawa organik. Ketersediaannya dan kestabilan sifatnya menjadikannya pilihan yang tepat untuk laboratorium yang membutuhkan bahan dasar kimia berkualitas tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Epoxide Monomers 2025-09-19 · hal. 1
- Monomers 2025-05-28 · hal. 20
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam sintesis obat-obatan
- Pengembangan polimer melalui reaksi epoksidasasi
- Sintesis senyawa karbonil dalam reaksi kimia organik
- Pemrosesan bahan kimia dalam industri farmasi
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam penelitian kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-88-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,2-Butylene Oxide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus dihindari kontak langsung dengan kulit, mata, atau pernapasan. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Selain itu, dalam penggunaan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Zhou dkk. (2010). Phase behavior of polyisoprene-poly(butylene oxide) and poly(ethylene-alt-propylene)-poly(butylene oxide) block copolymers. Soft Matter doi:10.1039/b920678g
- Ohnishi dkk. (1993). Polyneuropathy Due to Ethylene Oxide, Propylene Oxide, and Butylene Oxide. Environmental Research doi:10.1006/enrs.1993.1032
- Cambón dkk. (2014). Micellar self-assembly, bridging and gelling behaviour of two reverse triblock poly(butylene oxide)–poly(ethylene oxide)–poly(butylene oxide) copolymers with lengthy hydrophilic blocks. RSC Adv. doi:10.1039/c4ra10176f
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







