Styrene Oxide (TCI E0013) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Sebagai salah satu bahan dasar (building block), Styrene Oxide memiliki peran penting dalam pembentukan struktur molekuler yang kompleks. Produk ini sering digunakan dalam reaksi oksidasi dan reaksi substitusi, serta dalam pembuatan senyawa yang memiliki aplikasi dalam farmasi, material, dan industri kimia.
Styrene Oxide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena sifatnya yang mudah bereaksi dengan bahan kimia lain. Senyawa ini memiliki aroma khas dan berbentuk cairan jernih yang mudah menguap. Karena sifatnya yang reaktif, Styrene Oxide sering dipilih dalam aplikasi laboratorium yang membutuhkan keakuratan dan kontrol tinggi dalam proses sintesis.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Styrene Oxide digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru dan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi oksidasi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pembuatan bahan baku untuk industri plastik dan polimer
- Penelitian kimia organik dalam laboratorium pendidikan tinggi
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan efisiensi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 96-09-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas |
Styrene Oxide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung sinar matahari dan jauhkan dari bahan kimia yang bersifat reduktor. Wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau napas.
- Osterman-Golkar dkk. (1995). Dosimetry of styrene 7,8-oxide in styrene- and styrene oxide-exposed mice and rats by quantification of haemoglobin adducts. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/0009-2797(94)03348-x
- Koskinen dkk. (2000). Styrene oxide-induced 2′-deoxycytidine adducts: implications for the mutagenicity of styrene oxide. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/s0009-2797(00)00165-4
- Itch dkk. (1997). Characterization of Styrene Oxide Isomerase, a Key Enzyme of Styrene and Styrene Oxide Metabolism inCorynehacteriumsp.. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry doi:10.1271/bbb.61.2058
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
