(S)-Styrene Oxide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris untuk membangun struktur molekuler yang memiliki aktivitas biologis spesifik. Senyawa ini termasuk dalam kategori chiral building blocks, yang sangat penting dalam produksi senyawa farmakologis, bahan kimia organik, dan produk kimia industri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa dengan struktur asimetris yang kompleks.
(S)-Styrene Oxide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan sinar UV. Karakteristik chiralnya membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi asimetris yang memerlukan kontrol ketat terhadap struktur molekul akhir. Keberadaan bentuk enantiomer yang spesifik menjadikannya bahan yang sangat berharga dalam penelitian kimia dan farmasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, (S)-Styrene Oxide digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek penelitian yang berfokus pada sintesis senyawa aktif biologis, termasuk dalam pengembangan obat dan bahan kimia berbasis senyawa asimetris.
Brosur TCI (PDF)
- Epoxide Monomers 2025-09-19 · hal. 4
- Chiral Building Blocks 2025-04-14 · hal. 12
- Monomers 2025-05-28 · hal. 21
- Sintesis senyawa aktif biologis dengan struktur asimetris
- Pembuatan bahan kimia organik untuk industri farmasi
- Penelitian dalam bidang kimia organik dan sintesis asimetris
- Pengembangan obat baru melalui reaksi asimetris
- Pemrosesan senyawa kimia untuk aplikasi industri dan penelitian
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 20780-54-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sinar matahari langsung |
(S)-Styrene Oxide harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber panas dan sinar UV. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan, sehingga harus ditempatkan dalam lingkungan kering. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti asam atau bahan reduktor.
- Osterman-Golkar dkk. (1995). Dosimetry of styrene 7,8-oxide in styrene- and styrene oxide-exposed mice and rats by quantification of haemoglobin adducts. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/0009-2797(94)03348-x
- Koskinen dkk. (2000). Styrene oxide-induced 2′-deoxycytidine adducts: implications for the mutagenicity of styrene oxide. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/s0009-2797(00)00165-4
- Itch dkk. (1997). Characterization of Styrene Oxide Isomerase, a Key Enzyme of Styrene and Styrene Oxide Metabolism inCorynehacteriumsp.. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry doi:10.1271/bbb.61.2058
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.




