Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 3760-95-0

(R)-(+)-Butylene Oxide, CAS 3760-95-0, TCI B3832

(R)-(+)-Butylene Oxide, CAS 3760-95-0, TCI B3832

Identitas Kimia

No. CAS
3760-95-0
PubChem
CID 11147670·SID 135727122
Rumus molekul
C4H8O
Berat molekul
72.11 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R)-2-ethyloxirane
SMILES
CC[C@@H]1CO1
InChIKey
RBACIKXCRWGCBB-SCSAIBSYSA-N
Harga reguler Rp 2.889.600,00
Harga reguler Rp 2.020.200,00 Harga obral Rp 2.889.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(R)-(+)-Butylene Oxide adalah senyawa kimia yang memiliki struktur asimetris dan digunakan dalam sintesis senyawa dengan struktur optik tertentu. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa yang memerlukan kontrol stereokimia. Sebagai chiral building block, senyawa ini menjadi bahan dasar untuk menghasilkan produk dengan sifat optik yang spesifik, seperti dalam sintesis obat atau bahan kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk membangun struktur kompleks yang membutuhkan akurasi tinggi dalam proses sintesis.

(R)-(+)-Butylene Oxide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Karena sifat asimetrisnya, senyawa ini memungkinkan pembentukan produk dengan aktivitas biologis yang berbeda, tergantung pada konfigurasi ruangnya. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian farmakologi dan sintesis organik. Karena kemurniannya dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi asimetris, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti.

Dalam konteks laboratorium di Indonesia, (R)-(+)-Butylene Oxide digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang farmasi dan sintesis organik. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan produk baru yang memerlukan kontrol stereokimia. Bahan ini juga sering digunakan dalam proyek penelitian yang terkait dengan pengembangan obat dan bahan kimia berbasis senyawa asimetris.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa optik dalam penelitian farmakologi karena kemampuannya dalam membentuk struktur asimetris
  • Pembuatan bahan kimia organik dengan aktivitas spesifik yang membutuhkan kontrol stereokimia
  • Pengembangan obat baru melalui reaksi asimetris yang memanfaatkan sifat chiral senyawa ini
  • Penelitian dalam bidang kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi asimetris
  • Pemrosesan senyawa intermediat dalam produksi bahan kimia industri yang memerlukan akurasi tinggi

Merek TCI
Nomor CAS 3760-95-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 5mL, 25mL
Bentuk fisik Cairan
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

(R)-(+)-Butylene Oxide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga penyimpanannya harus dilakukan di lingkungan yang kering dan terlindung dari udara. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Wadahnya harus terlindung dari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas dan kestabilan senyawa dalam jangka waktu yang lebih lama.

  • Zhou dkk. (2010). Phase behavior of polyisoprene-poly(butylene oxide) and poly(ethylene-alt-propylene)-poly(butylene oxide) block copolymers. Soft Matter doi:10.1039/b920678g
  • Ohnishi dkk. (1993). Polyneuropathy Due to Ethylene Oxide, Propylene Oxide, and Butylene Oxide. Environmental Research doi:10.1006/enrs.1993.1032
  • Cambón dkk. (2014). Micellar self-assembly, bridging and gelling behaviour of two reverse triblock poly(butylene oxide)–poly(ethylene oxide)–poly(butylene oxide) copolymers with lengthy hydrophilic blocks. RSC Adv. doi:10.1039/c4ra10176f

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.