4-Bromo-1,8-naphthalic Anhydride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai reaktan yang dapat berikatan dengan berbagai grup fungsional lainnya.
Bahan ini memiliki struktur anhidrida naphthalic yang memberikan sifat reaktif yang tinggi. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi seperti nucleophilic substitution, acylation, dan reaksi yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon. Karena sifat reaktivanya, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati untuk mencegah reaksi tidak diinginkan atau kebocoran.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa farmakologis dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk proyek penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur kompleks dan reaktivitas tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Reaksi acylation untuk pembentukan senyawa dengan grup karboksilat
- Penelitian farmakologis dalam pengembangan obat baru
- Pembuatan material polimer dengan struktur kompleks
- Reaksi substitusi nukleofilik untuk modifikasi senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 81-86-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang kimia dengan suhu rendah dan kelembapan terkontrol. Karena sifat reaktivanya, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau napas. Selalu pastikan area kerja bersih dan tidak ada bahan kimia lain yang bersifat reaktif.
—
