4-Tert-Butyl-o-xylene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori bahan pembangun non-heterosiklik, yang sering digunakan untuk sintesis senyawa kompleks. Sebagai bahan organik volatil, 4-tert-Butyl-o-xylene memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat diprediksi, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi sintetik. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai pelarut atau sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa organik lainnya.
Karakteristik utama dari 4-tert-Butyl-o-xylene adalah sifatnya yang tidak berwarna dan berbentuk cair. Senyawa ini memiliki aroma khas dan tidak mudah terurai dalam kondisi normal. Karena sifatnya yang tidak reaktif dan stabilitas kimia yang tinggi, senyawa ini mudah disimpan dan digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan suhu tinggi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 4-tert-Butyl-o-xylene sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam berbagai bidang ilmu kimia, termasuk sintesis senyawa organik, analisis kuantitatif, dan uji sifat kimia. Bahan ini juga menjadi bagian dari peralatan kimia yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa organik kompleks membutuhkan bahan dasar yang stabil dan mudah diatur, sehingga 4-tert-Butyl-o-xylene menjadi pilihan yang tepat.
- Pelarut dalam reaksi kimia karena sifatnya yang tidak reaktif dan kemampuannya untuk melarutkan berbagai senyawa organik.
- Uji sifat kimia senyawa baru dengan memanfaatkan reaktivitas dan stabilitas kimia yang konsisten.
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis yang memerlukan bahan baku dengan sifat kimia yang dapat diprediksi.
- Analisis kuantitatif menggunakan teknik seperti kromatografi karena kemurnian dan stabilitas senyawa ini.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7397-06-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang volatil, wadah harus dibuka dengan hati-hati di area ventilasi yang memadai. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Pastikan area penyimpanan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang bersifat reaktif.
- Pruden dkk. (2004). Effect of Benzene, Toluene, Ethylbenzene, and p-Xylene (BTEX) Mixture on Biodegradation of Methyl tert-Butyl Ether (MTBE) and tert-Butyl Alcohol (TBA) by Pure Culture UC1. Biodegradation doi:10.1023/b:biod.0000042900.29237.f1
- Fukuoka dkk. (1991). Synthesis of tritium labeled musk xylene, [3H] 5‐tert‐butyl‐2,4,6‐trinitro‐m‐xylene. Journal of Labelled Compounds and Radiopharmaceuticals doi:10.1002/jlcr.2580291105
- Piniewska dkk. (2013). The Comparison of Paraffin Dewaxing Using Methyl Tert-Butyl Ether and Xylene in DNA Extraction from Autopsy Specimens. Journal of Forensic Research doi:10.4172/2157-7145.1000175
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







