8-Bromooctanoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks, seperti ester, amida, atau senyawa heterosiklik. Sebagai komponen dasar, senyawa ini memainkan peran penting dalam pengembangan produk farmasi, bahan kimia industri, dan penelitian material.
Karakteristik utama dari 8-Bromooctanoic Acid adalah struktur molekulnya yang memiliki rantai karbon panjang dan gugus bromo yang memberikan sifat reaktif dan spesifik. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Keberadaan gugus bromo juga memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi eliminasi yang penting dalam sintesis senyawa kompleks.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 8-Bromooctanoic Acid digunakan secara luas oleh peneliti kimia, farmasi, dan industri. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian tentang sintesis senyawa baru, pengembangan obat, serta karakterisasi material. Karena kegunaannya yang luas, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang penting dalam laboratorium kimia di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk penelitian farmasi
- Pembuatan ester dan amida dalam reaksi kimia organik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan pelapis
- Penelitian tentang reaksi substitusi dan eliminasi dalam kimia organik
- Pengujian katalis dan reaktivitas senyawa dalam proses sintesis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 17696-11-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
8-Bromooctanoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini bersifat kimia yang cukup reaktif, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat reaktif atau inflamable.
- Lee dkk. (2001). Accumulation of Polyhydroxyalkanoic Acid Containing Large Amounts of Unsaturated Monomers in Pseudomonas fluorescens BM07 Utilizing Saccharides and Its Inhibition by 2-Bromooctanoic Acid. Applied and Environmental Microbiology doi:10.1128/aem.67.11.4963-4974.2001
- Zhang dkk. (2011). Synthesis and Mesophases Study on 2-(8-bromooctanoic acid ester)-3,6,7,10,11-penta-pentyloxytriphenylene. Solid State Phenomena doi:10.4028/www.scientific.net/ssp.181-182.156
- Xu dkk. (2008). Effect of 2-bromooctanoic acid on the production of rhamnolipid and polyhydroxyalkanoic acid by Pseudomonas aeruginosa PA14 and PAO1. Journal of Biotechnology doi:10.1016/j.jbiotec.2008.07.1065
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



