3-Bromo-p-anisaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar (building block) yang memiliki reaktivitas tinggi. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai donor elektron atau sebagai substrat dalam reaksi substitusi. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan senyawa aromatik dan heterosiklik.
3-Bromo-p-anisaldehyde memiliki struktur molekuler yang stabil namun reaktif, sehingga sangat cocok untuk reaksi kimia tertentu. Kehadiran grup bromo dan aldehida memberikan sifat reaktif yang memungkinkan senyawa ini berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti reaksi nucleofilik, substitusi, dan kondensasi. Sifat ini menjadikannya pilihan utama dalam laboratorium kimia untuk sintesis senyawa dengan struktur kompleks.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi serta lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengembangan senyawa baru, uji katalis, dan penelitian kimia organik. Ketersediaannya memudahkan penelitian yang membutuhkan bahan dasar reaktif seperti ini.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi bromo dalam sintesis senyawa heterosiklik
- Uji katalis dalam proses reaksi organik yang memerlukan substrat aktif
- Pembuatan senyawa intermediat dalam produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam lingkungan kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 34841-06-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan dingin sangat disarankan untuk menjaga stabilitas senyawa. Selama penanganan, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini bersifat reaktif dan harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mengurangi risiko kecelakaan kimia.
—
