Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 143-23-7

Bis(hexamethylene)triamine, CAS 143-23-7, TCI B1814

Bis(hexamethylene)triamine, CAS 143-23-7, TCI B1814

Identitas Kimia

No. CAS
143-23-7
PubChem
CID 8924·SID 87564706
Rumus molekul
C12H29N3
Berat molekul
215.38 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N'-(6-aminohexyl)hexane-1,6-diamine
SMILES
C(CCCNCCCCCCN)CCN
InChIKey
MRNZSTMRDWRNNR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 389.550,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Bis(hexamethylene)triamine (BHTA) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. BHTA memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari tiga grup amina yang terhubung oleh rantai heksametilen. Senyawa ini berperan sebagai bahan dasar (building block) dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan polimer, obat-obatan, dan bahan kimia industri. Karena sifat reaktivitas tingginya, BHTA sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi crosslinking dan modifikasi molekul.

BHTA memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, terutama terhadap senyawa elektrofilik. Karena memiliki tiga grup amina, senyawa ini sangat cocok untuk reaksi substitusi, penggabungan, dan pembentukan ikatan baru. Daya reaktivitas ini membuat BHTA menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa kompleks. Selain itu, BHTA memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium tanpa mudah terdegradasi.

Di laboratorium Indonesia, BHTA digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik, kimia polimer, dan analisis kimia. BHTA sering menjadi bahan dasar dalam pembuatan senyawa sintetis yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang terjangkau, BHTA menjadi pilihan yang populer bagi para peneliti dan praktisi di berbagai institusi pendidikan dan riset di Indonesia.

Brosur TCI (PDF)

  • BHTA digunakan dalam sintesis senyawa polimer karena kemampuannya untuk membentuk ikatan jaringan.
  • Senyawa ini cocok untuk reaksi crosslinking karena memiliki banyak grup amina yang aktif.
  • BHTA sering digunakan dalam pembuatan obat-obatan sintetis sebagai bahan bantu reaksi.
  • BHTA dapat diaplikasikan dalam modifikasi molekul untuk meningkatkan sifat kimia senyawa target.
  • BHTA digunakan dalam reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks dan fungsi spesifik.

Merek TCI
Nomor CAS 143-23-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 400g
Bentuk fisik Padat berbentuk serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

BHTA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan cahaya matahari langsung. Karena sifat reaktivitasnya, BHTA harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif tanpa pengawasan. Simpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia untuk memastikan kestabilan dan keselamatan selama penyimpanan.

  • Zhong (2013). Bis(hexamethylene)triamine as Potential Shale Inhibitor in Water-Based Drilling Fluid. The Open Petroleum Engineering Journal doi:10.2174/1874834101306010049
  • Odesa I.I. Mechnikov National University dkk. (2024). Ammonium salts of sulfur-containing oxyanions resulting from reaction of sulfur dioxide with aqueous solutions of diethylentriamine and bis(hexamethylene)triamine. Voprosy Khimii i Khimicheskoi Tekhnologii doi:10.32434/0321-4095-2024-157-6-61-69
  • Weilandt dkk. (1996). Synthesis and polymerization of bis(hexamethylene carbonate) and bis(2,2,3,3,4,4,5,5‐octafluorohexamethylene carbonate). Macromolecular Chemistry and Physics doi:10.1002/macp.1996.021970817

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.