Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 828-26-2

2,2,4,4,6,6-Hexamethyl-1,3,5-trithiane TCI H1278

2,2,4,4,6,6-Hexamethyl-1,3,5-trithiane TCI H1278

Identitas Kimia

No. CAS
828-26-2
PubChem
CID 13233·SID 87561029
Rumus molekul
C9H18S3
Berat molekul
222.4 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2,4,4,6,6-hexamethyl-1,3,5-trithiane
SMILES
CC1(SC(SC(S1)(C)C)(C)C)C
InChIKey
NBNWHQAWKFYFKI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,2,4,4,6,6-Hexamethyl-1,3,5-trithiane dengan nomor CAS 828-26-2 adalah senyawa siklik beranggota enam yang tersusun dari tiga atom belerang dan tiga atom karbon secara berselang-seling, dengan setiap atom karbon membawa dua gugus metil. Struktur ini merupakan trimer siklik dari aseton tiokarbonil dan menjadi salah satu bahan rujukan penting bagi peneliti yang mempelajari kimia organosulfur. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai prekursor untuk membangkitkan spesies tiokarbonil reaktif serta sebagai bahan awal pada sintesis senyawa yang mengandung belerang.

Karakteristik yang membuatnya menarik bagi peneliti adalah kerangka trithiane yang relatif stabil pada suhu ruang namun dapat terurai secara terkendali untuk melepaskan unit tiokarbonil di bawah kondisi tertentu. Enam gugus metil yang mengelilingi cincin memberikan perisai sterik yang cukup besar, sehingga senyawa ini lebih mudah ditangani dibandingkan tiokarbonil bebas yang sangat reaktif. Keberadaan tiga atom belerang juga menjadikannya ligan yang mampu berkoordinasi dengan logam lunak seperti perak, emas, atau merkuri. Struktur simetrisnya menghasilkan spektrum yang sederhana sehingga mudah diverifikasi dengan resonansi magnetik inti.

Di Indonesia, senyawa organosulfur seperti ini dimanfaatkan pada penelitian kimia organik lanjut di perguruan tinggi, riset kimia koordinasi yang mempelajari kompleks logam dengan ligan belerang, serta penelitian material yang membutuhkan gugus fungsi berbasis belerang. Kemasan 5 gram merupakan ukuran yang praktis untuk reagen khusus semacam ini, karena umumnya digunakan dalam jumlah terbatas pada percobaan riset yang terarah.

  • Prekursor pembangkit spesies tiokarbonil, karena cincin trithiane dapat terurai terkendali sehingga peneliti memperoleh spesies reaktif tanpa harus menanganinya secara langsung.
  • Sintesis senyawa organosulfur, sebab kerangka yang kaya belerang menjadi sumber gugus fungsi tiol dan tioeter pada berbagai transformasi kimia organik lanjutan.
  • Penelitian ligan kimia koordinasi, mengingat tiga atom belerang pada cincin mampu berkoordinasi dengan ion logam lunak membentuk kompleks yang menarik untuk dikaji.
  • Kajian struktur dan konformasi cincin heteroatom, karena kerangka simetris beranggota enam ini menjadi model yang bersih untuk mempelajari perilaku konformasi cincin belerang.
  • Bahan rujukan spektroskopi organosulfur, sebab simetri molekulnya menghasilkan pola spektrum sederhana yang berguna sebagai pembanding pada analisis senyawa belerang lain.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 828-26-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik

Simpan senyawa organosulfur ini dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan atom belerang. Senyawa belerang umumnya memiliki bau yang khas dan menusuk, karena itu seluruh penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam agar kenyamanan kerja di laboratorium tetap terjaga. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tutup kembali wadah dengan rapat segera setelah penimbangan, bersihkan peralatan yang terkontaminasi secara terpisah, dan buang limbah belerang melalui jalur pengelolaan limbah kimia laboratorium yang berlaku.

—