3-Bromophenetole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan substitusi bromo di posisi meta pada cincin fenil, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk membangun molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian kimia organik maupun dalam pengembangan senyawa farmakologis.
Karena struktur kimianya yang sederhana dan reaktivitas yang tinggi, 3-Bromophenetole menjadi pilihan yang populer di berbagai aplikasi sintetik. Senyawa ini mudah bereaksi dengan berbagai reagen seperti logam alkali, asam, atau reagen pengganti halogen. Sifat ini memungkinkan peneliti untuk melakukan reaksi substitusi, adisi, atau reaksi lain yang diperlukan dalam proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, 3-Bromophenetole digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini sering dijumpai dalam laboratorium universitas, lembaga penelitian, serta perusahaan bioteknologi yang membutuhkan senyawa dengan struktur aromatik dan substitusi halogen.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi halogen dalam pembuatan senyawa aromatik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pembuatan senyawa intermediet untuk sintesis molekul kompleks
- Uji katalisis dengan berbagai katalis organik dan anorganik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2655-84-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
3-Bromophenetole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat reaktif dan harus dihindari kontak langsung dengan air atau bahan kimia berlebih. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan terlindungi dari paparan udara. Di laboratorium, penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung.
—




