2-Bromo-5-nitrobenzotrifluoride adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan substitusi halogen dan nitro pada struktur aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa dengan struktur kompleks dan sifat kimia spesifik.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil, tetapi reaktif dalam kondisi tertentu. Struktur molekulnya yang mengandung atom fluor, brom, dan nitro memberikan sifat elektronik yang unik, sehingga memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya yang sangat spesifik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa dengan fungsi tertentu.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri. Karena sifatnya yang spesifik, senyawa ini sering dipakai dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi dalam proses sintesis.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 41
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan substitusi halogen dan nitro
- Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Penelitian dalam bidang kimia organik untuk pengembangan bahan baru
- Pengujian katalis dalam reaksi substitusi halogen
- Pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 367-67-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus dihindari dari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—
