Butylmalonic Acid (BCA), dengan nomor CAS 534-59-8, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon. Sebagai building block, BCA memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
Butylmalonic Acid memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat reaktif, sehingga memungkinkan berbagai reaksi kimia seperti reaksi Diels-Alder, reaksi hidrolisis, dan reaksi substitusi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Karena sifat reaktivitasnya, BCA juga digunakan dalam reaksi yang memerlukan kestabilan dan kontrol terhadap reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, BCA sering digunakan dalam penelitian kimia organik oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa aktif biologis, serta dalam pengembangan material baru. Ketersediaan BCA di pasar lokal menjadikannya akses yang mudah bagi para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan kimia berkualitas.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aktif biologis karena reaktivitas tinggi dan kemampuan membentuk ikatan karbon-karbon
- Reaksi Diels-Alder untuk menghasilkan senyawa dengan struktur siklik kompleks
- Pengembangan material polimer karena kemampuannya berpartisipasi dalam reaksi polimerisasi
- Penelitian farmakologi untuk memproduksi senyawa dengan aktivitas farmakologis tertentu
- Sintesis senyawa heterosiklik sebagai bahan baku dalam pembuatan obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 534-59-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Butylmalonic Acid sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan kestabilan bahan selama periode penggunaan.
- El-Asmy dkk. (2000). Chemical and Electrochemical Synthesis of Transition Metal Complexes of Butylmalonic Acid Dihydrazide and its Salicyloyl Hydrazone. Synthesis and Reactivity in Inorganic and Metal-Organic Chemistry doi:10.1080/00945710009351790
- Dey dkk. (2016). Insights into the supramolecular features in isopropylmalonic and n-butylmalonic acids: Inputs from PIXEL and Hirshfeld surface analysis. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2016.05.076
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








