Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2613-89-0

Phenylmalonic Acid TCI P0987

Phenylmalonic Acid TCI P0987

Identitas Kimia

No. CAS
2613-89-0
PubChem
CID 75791·SID 87575101
Rumus molekul
C9H8O4
Berat molekul
180.16 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-phenylpropanedioic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(C(=O)O)C(=O)O
InChIKey
WWYDYZMNFQIYPT-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 980.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 980.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenylmalonic Acid dari TCI adalah asam dikarboksilat turunan asam malonat. Pada atom karbon di antara kedua gugus karboksilnya terikat sebuah gugus fenil. Di laboratorium kimia organik, senyawa ini dipakai sebagai building block non-heterosiklik untuk membangun molekul yang memuat fragmen fenilasetat atau fenilmalonat. Bahan ini dikenal sebagai intermediat dalam sintesis beberapa senyawa farmasi, misalnya antibiotik golongan penisilin semisintetik seperti karbenisilin. Selain itu, senyawa ini sering dipakai dalam studi mekanisme reaksi dekarboksilasi.

Senyawa ini dipilih karena memiliki dua gugus asam karboksilat pada karbon yang sama. Susunan ini menghasilkan reaktivitas khas asam malonat. Kedua gugus karboksil dapat diesterifikasi atau diubah menjadi turunan asil. Bila dipanaskan, salah satu gugus karboksil dapat lepas sebagai karbon dioksida sehingga terbentuk asam fenilasetat. Atom hidrogen pada karbon pusat bersifat cukup asam karena diapit dua gugus karbonil, sehingga cocok untuk reaksi kondensasi. Kehadiran gugus fenil memberi sifat aromatik dan memengaruhi kestabilan intermediat reaksinya. Karena itu, senyawa ini menarik untuk studi kinetika dan mekanisme.

Bagi laboratorium di Indonesia, Phenylmalonic Acid berguna untuk riset sintesis organik di universitas, pengembangan intermediat farmasi, dan praktikum lanjutan yang membahas kimia senyawa karbonil. Peneliti yang mempelajari reaksi dekarboksilasi, esterifikasi, atau sintesis turunan asam aril-asetat dapat memakai bahan ini sebagai substrat yang terdefinisi baik. Kemasan 25 g cukup fleksibel untuk optimasi reaksi skala kecil hingga menengah.

  • Studi reaksi dekarboksilasi: sebagai turunan asam malonat, senyawa ini melepaskan karbon dioksida saat dipanaskan, sehingga menjadi substrat model untuk mempelajari kinetika dan mekanisme dekarboksilasi.
  • Sintesis intermediat farmasi: fragmen fenilmalonat dapat dipakai dalam rute sintesis antibiotik penisilin semisintetik dan senyawa bioaktif lain yang memerlukan gugus aril-asetat tersubstitusi.
  • Pembuatan diester dan monoester fenilmalonat: kedua gugus karboksilnya dapat diesterifikasi secara terkontrol sehingga menghasilkan reagen yang berguna untuk alkilasi dan kondensasi lanjutan.
  • Reaksi kondensasi tipe Knoevenagel: hidrogen pada karbon pusat yang cukup asam memungkinkan reaksi dengan aldehida untuk membentuk ikatan karbon–karbon baru dalam sintesis organik.
  • Ligan dan studi kompleks logam: dua gugus karboksilat yang berdekatan dapat mengikat ion logam secara kelat, sehingga bermanfaat dalam riset kimia koordinasi dan material berbasis karboksilat.

Merek TCI
Nomor CAS 2613-89-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan (detail lihat CoA)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari panas

Simpan Phenylmalonic Acid dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan panas berlebih karena turunan asam malonat dapat mengalami dekarboksilasi pada suhu tinggi. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator. Gunakan wadah kaca atau plastik tahan bahan kimia sesuai kemasan aslinya. Saat menimbang, hindari debu terhirup dan kontak dengan kulit maupun mata. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di area berventilasi baik. Baca SDS sebelum digunakan.

  • MIYAMOTO dkk. (1992). ChemInform Abstract: Stereochemistry of Enzyme‐Catalyzed Decarboxylation of α‐Methyl‐. alpha.‐phenylmalonic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199246063
  • Anagha dkk. (2024). Crystal growth, characterization and sensing studies of a new metal-organic framework of Sr(II) with phenylmalonic acid. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2024.117231
  • Al‐Talib dkk. (2005). Unusual Rearrangement in the Reactions of Phenylmalonic Acid Dihydrazide with 1,3‐Diketones.. ChemInform doi:10.1002/chin.200533127

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.