Ethylmalonic Acid dengan nomor CAS 601-75-2 adalah asam dikarboksilat yang membawa gugus etil pada atom karbon di antara kedua gugus karboksil. Struktur malonat yang khas ini menjadikannya building block penting dalam sintesis organik, terutama karena kemampuan kerangka malonat menjalani reaksi dekarboksilasi dan pembentukan ikatan karbon-karbon. Di laboratorium, senyawa ini menjadi sumber praktis untuk memperkenalkan unit karbon bercabang ke dalam molekul target, sekaligus menjadi bahan pembanding pada berbagai kajian analitik dan penelitian metabolisme yang melibatkan asam organik rantai pendek.
Sifat yang membuat Ethylmalonic Acid banyak dipilih adalah adanya dua gugus karboksil yang berdekatan, sehingga senyawa ini menunjukkan keasaman yang lebih kuat dibanding asam monokarboksilat sejenis dan mudah mengalami dekarboksilasi ketika dipanaskan. Kedua gugus tersebut juga membuka peluang pembentukan ester, amida, maupun garam secara selektif, memberikan keleluasaan besar bagi perancangan sintesis. Dalam bentuk padatan kristal, senyawa ini relatif mudah ditimbang dan ditangani, sifat yang praktis bagi laboratorium yang menuntut ketepatan takaran. Kelarutannya dalam pelarut polar juga memudahkan penyiapan larutan standar dan campuran reaksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan pada riset kimia organik sintetik, laboratorium analisis asam organik, serta penelitian biokimia yang menelaah jalur metabolisme asam lemak. Kemasan 5g cocok untuk pembuatan larutan standar dan percobaan skala kecil, sementara kemasan 25g mendukung penggunaan yang lebih rutin. Sebagai padatan yang dapat menyerap uap air pada kondisi lembap seperti di banyak wilayah Indonesia, penyimpanan dalam wadah tertutup rapat menjadi hal yang perlu diperhatikan agar bobot penimbangan tetap akurat.
- Bahan awal sintesis melalui jalur malonat, karena kerangka asam malonat tersubstitusi memudahkan pembentukan ikatan karbon-karbon dan dekarboksilasi terkendali pada tahap akhir.
- Pembuatan larutan standar untuk analisis asam organik, sebab senyawa padat ini mudah ditimbang secara akurat dan larut baik dalam pelarut polar.
- Sintesis ester dan amida turunan malonat, karena kedua gugus karboksil dapat difungsionalisasi secara bertahap sesuai kebutuhan perancangan molekul.
- Bahan pembanding pada penelitian metabolisme asam organik, sebab senyawa ini dikenal sebagai salah satu asam organik yang dipantau dalam kajian biokimia.
- Penyiapan garam logam dan kompleks koordinasi, karena dua gugus karboksil berdekatan memungkinkan pembentukan struktur kelat yang stabil dengan berbagai ion logam.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 601-75-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g dan 25g |
| Bentuk fisik | padatan kristal |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan |
Simpan Ethylmalonic Acid dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas, karena pemanasan berlebih dapat memicu dekarboksilasi. Sebagai padatan yang dapat menarik uap air pada kondisi lembap, botol sebaiknya dibuka seperlunya dan segera ditutup kembali agar bobot penimbangan tetap akurat; penggunaan desikator sangat membantu di ruang laboratorium yang lembap. Lakukan penimbangan di area berventilasi cukup dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena serbuk asam dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi, lalu buang limbahnya sesuai prosedur laboratorium.
- Özçelik dkk. (2020). Capillary electrophoresis with capacitively coupled contactless conductivity detection for the determination of urinary ethylmalonic acid for the diagnosis of ethylmalonic aciduria. Journal of Separation Science doi:10.1002/jssc.201901044
- Wang dkk. (2018). Taurine, glutamic acid and ethylmalonic acid as important metabolites for detecting human breast cancer based on the targeted metabolomics. Cancer Biomarkers doi:10.3233/cbm-181500
- Cecatto dkk. (2014). Ethylmalonic Acid Induces Permeability Transition in Isolated Brain Mitochondria. Neurotoxicity Research doi:10.1007/s12640-014-9460-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
