2,3-Bis(bromomethyl)quinoxaline-6-carboxylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai penelitian kimia organik, terutama dalam pembentukan senyawa dengan struktur quinoxalin yang memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi dan material. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen kunci dalam reaksi substitusi dan reaksi kovalen, membantu ilmuwan dalam membangun struktur molekul yang lebih kompleks.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah keberadaan gugus bromomethyl pada kedua atom karbon 2 dan 3, yang memberikan sifat reaktif tinggi. Struktur quinoxalin yang stabil juga menjadikannya sebagai bahan yang sangat cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan struktur dasar. Karena sifat kimianya yang spesifik, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi dalam sintesis molekul.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti kimia, farmasi, dan material untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen yang memerlukan senyawa heterosiklik dengan struktur spesifik.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi bromomethyl dalam pembentukan senyawa organik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa quinoxalin
- Pembuatan bahan kimia industri dengan struktur spesifik
- Uji keterikatan molekul dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 32602-11-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Karena sifat kimianya yang reaktif, sebaiknya dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selama penyimpanan, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terpapar suhu ekstrem. Penanganan harus dilakukan dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan.
- Ishikawa dkk. (2012). Synthesis and antimicrobial activity of 2,3-bis(bromomethyl)quinoxaline derivatives. Bioorganic Chemistry doi:10.1016/j.bioorg.2011.12.002
- Mayo dkk. (2025). Abstract 5710: Anticancer effects of 2,3-bis(bromomethyl)-quinoxaline 1,4-dioxide on uterine cancer. Cancer Research doi:10.1158/1538-7445.am2025-5710
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
