Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 22150-76-1

6-Biopterin, CAS 22150-76-1, TCI B6302

6-Biopterin, CAS 22150-76-1, TCI B6302

Identitas Kimia

Nama lain
2-Amino-6-[(1R,2S)-1,2-dihydroxypropyl]pteridin-4(8H)-one · 2-Amino-6-[(1R,2S)-1,2-dihydroxypropyl]-4(8H)-pteridinone
No. CAS
22150-76-1
PubChem
CID 135403659·SID 468591026
Rumus molekul
C9H11N5O3
Berat molekul
237.22 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(T)
Suhu simpan
0-10°C
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-amino-6-[(1R,2S)-1,2-dihydroxypropyl]-3H-pteridin-4-one
SMILES
CC(C(C1=CN=C2C(=N1)C(=O)NC(=N2)N)O)O
InChIKey
LHQIJBMDNUYRAM-DZSWIPIPSA-N
MDL
MDL00036787
Harga reguler Rp 3.710.700,00
Harga reguler Rp 2.610.300,00 Harga obral Rp 3.710.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

6-Biopterin adalah senyawa pteridin alami yang menjadi bentuk teroksidasi dari tetrahidrobiopterin, salah satu kofaktor paling penting dalam metabolisme manusia dan hewan. Di dalam sel, turunan tereduksinya berperan sebagai pembawa elektron bagi sekelompok enzim hidroksilase yang mengolah asam amino aromatik. Sebagai bahan laboratorium, 6-biopterin digunakan sebagai senyawa standar dan bahan acuan untuk penelitian biokimia dan nutrisi, baik untuk menyusun kurva kalibrasi analitik maupun sebagai titik awal penyiapan bentuk tereduksinya dalam percobaan enzimatis.

Sifat yang membuat senyawa ini bernilai adalah perannya yang sangat spesifik dalam jalur metabolik tertentu dan sifat fluoresensinya yang khas sebagai turunan pteridin, sehingga dapat dideteksi dengan sensitivitas tinggi menggunakan detektor fluoresensi pada sistem kromatografi cair. Bentuk teroksidasi ini jauh lebih stabil dibanding tetrahidrobiopterin yang sangat mudah teroksidasi oleh udara, sehingga lebih praktis disimpan dan ditimbang di laboratorium. Karena struktur pteridinnya menyerap dan memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu, senyawa ini juga menjadi penanda yang mudah dilacak dalam campuran biologis yang kompleks.

Laboratorium di Indonesia yang bergerak di bidang biokimia klinis, gizi, dan penelitian metabolisme memanfaatkan senyawa ini terutama sebagai standar analitik. Pusat penelitian yang mempelajari gangguan metabolisme asam amino, status oksidatif, maupun fungsi endotel memerlukan bahan acuan semacam ini untuk memvalidasi metode pengukuran. Kemasan 50 mg umumnya lebih dari cukup untuk kebutuhan pembuatan larutan standar selama periode penelitian yang panjang.

  • Standar analitik pada kromatografi cair kinerja tinggi, karena sifat fluoresensi pteridin memungkinkan deteksi peka dan penyusunan kurva kalibrasi yang andal untuk sampel biologis.
  • Penelitian metabolisme kofaktor tetrahidrobiopterin, sebab senyawa ini merupakan bentuk teroksidasi yang lazim diukur untuk menilai status kofaktor dalam jaringan maupun cairan tubuh.
  • Studi enzim hidroksilase asam amino aromatik, mengingat kofaktor turunannya dibutuhkan oleh enzim yang mengolah fenilalanin, tirosin, dan triptofan dalam jalur biosintesis neurotransmiter.
  • Riset nutrisi dan status mikronutrien, karena pengukuran kadar pteridin membantu peneliti memahami hubungan antara asupan gizi dan aktivitas jalur metabolik terkait.
  • Pengembangan dan validasi metode bioanalisis, sebab tersedianya senyawa acuan murni sangat diperlukan untuk menentukan batas deteksi, presisi, dan akurasi metode baru.

Merek TCI
Nomor CAS 22150-76-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 50 mg
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; pendinginan dianjurkan

Senyawa pteridin sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan pada kondisi dingin sesuai anjuran pada label produk. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil bila larutan induk perlu disimpan, karena paparan cahaya dapat memicu penguraian fotokimia. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada padatan yang dingin. Larutan standar sebaiknya dibuat segar atau dibagi menjadi alikuot sekali pakai untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta tangani serbuk di dalam lemari asam.

  • Murata dkk. (2008). A Convenient Synthesis of Optically Active Biopterin. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-08-s(n)99
  • Ziegler dkk. (1992). Tetrahydro‐6‐biopterin is associated with tetrahydro‐7‐biopterin in primary murine mast cells. FEBS Letters doi:10.1016/0014-5793(92)80755-6
  • Kondo dkk. (1998). Existence of biopterins and biopterin synthesizing enzymes in human osteoblast and osteosarcoma cells. Japanese Journal of Pharmacology doi:10.1016/s0021-5198(19)40901-3

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.