Cantharidin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki aktivitas toksik yang kuat dan sering digunakan sebagai agen pengujian dalam penelitian tentang mekanisme kerja enzim dan reseptor sel. Sebagai satu dari senyawa yang termasuk dalam kategori alkaloid, Cantharidin memiliki struktur kompleks yang membuatnya menarik untuk studi struktur-fungsi. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk mengevaluasi respons sel terhadap stimulus tertentu, terutama dalam penelitian tentang toksisitas dan efek farmakologis.
Cantharidin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap lingkungan yang berubah. Karena sifat ini, bahan ini memerlukan penanganan yang hati-hati dan penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai protein dan enzim, sehingga menjadi alat yang sangat berguna dalam studi interaksi molekuler. Keunikan senyawa ini terletak pada kemampuannya untuk memicu respons biologis yang spesifik, yang menjadikannya pilihan utama dalam penelitian ilmiah.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Cantharidin digunakan secara luas dalam penelitian bidang farmakologi, toksikologi, dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan efek toksik senyawa tertentu atau untuk studi tentang mekanisme kerja enzim. Karena kekhasan dan kegunaannya, Cantharidin menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh peneliti di Indonesia.
- Penelitian toksisitas senyawa kimia untuk evaluasi efek pada sel
- Uji aktivitas enzim dalam studi mekanisme reaksi biokimia
- Pengembangan obat dengan mekanisme kerja berbasis interaksi molekuler
- Studi tentang respons sel terhadap stimulus kimia dalam bidang farmakologi
- Eksperimen tentang efek farmakologis senyawa alkaloid pada sistem biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 56-25-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Enzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Cantharidin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan dan sinar matahari, sehingga penyimpanannya harus dilakukan di tempat sejuk dan kering. Dalam laboratorium, Cantharidin harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah paparan langsung. Karena sifat toksiknya, bahan ini harus disimpan terpisah dari bahan kimia lainnya dan hanya digunakan oleh personel yang terlatih.
- KIRN (2007). Cantharidin Called Best Molluscum Treatment. Pediatric News doi:10.1016/s0031-398x(07)70313-2
- Yazaki dkk. (2025). Cantharidin world on bird droppings: Reused cantharidin after bird predation of cantharidin‐producing insects. Entomological Science doi:10.1111/ens.12612
- Wang dkk. (2018). Overview of Cantharidin and its Analogues. Current Medicinal Chemistry doi:10.2174/0929867324666170414165253
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsEnzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme SubstratesEnzyme Inhibitors [Biochemicals and Reagents]
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antitumor Research Reagents (for Experimental Use)
- Biochemicals and ReagentsTerpenesMonocyclic Monoterpenes
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antitumor Research Reagents (for Experimental Use)
