TCI C1988 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam bidang kimia biologis, terutama dalam sintesis peptida. Bahan ini memiliki fungsi sebagai reaktif aktivator dalam reaksi pengikatan peptida, yang memfasilitasi pembentukan ikatan peptida melalui reaksi amidasi. Sebagai salah satu reaktif aktivator yang paling umum, senyawa ini memainkan peran kritis dalam proses sintesis peptida, yang merupakan bagian penting dari penelitian biomedis dan farmakologi.
Senyawa ini memiliki karakteristik yang membuatnya sangat diminati dalam laboratorium. Molekulnya stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki reaktivitas tinggi yang memungkinkan reaksi berlangsung secara efisien. Selain itu, senyawa ini tidak bersifat toksik dalam kadar rendah, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam penggunaan membuatnya menjadi pilihan utama para peneliti.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait biologi molekuler, farmakologi, dan kimia organik. Karena kehandalannya dalam sintesis peptida, senyawa ini menjadi bagian penting dari proses pengembangan obat dan penelitian protein. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk mempercepat proses eksperimen dan pengujian.
- Sintesis peptida untuk pengembangan obat dan vaksin
- Reaksi amidasi dalam pembentukan ikatan peptida
- Penelitian biokimia untuk memahami mekanisme protein
- Pengujian aktivitas biologis senyawa organik
- Produksi senyawa kimia untuk keperluan farmasi dan biomedis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 330645-87-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan dalam suhu kamar. Karena sifat kimianya, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengambil atau mengolah bahan ini. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau reaksi tidak terduga.
—
