TCI C2096 1-(Carbamoylmethyl)cyclohexaneacetic Acid adalah senyawa alifatik siklik yang memiliki cincin sikloheksana dengan dua rantai samping pada atom karbon yang sama, yaitu gugus asam asetat dan gugus asetamida. Struktur berkarbon kuaterner semacam ini dikenal luas sebagai senyawa antara pada jalur sintesis gabapentin, sehingga bahan ini menempati posisi penting dalam penelitian kimia farmasi. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan kerangka sikloheksana tersubstitusi ganda yang cukup rumit untuk dibangun dari nol, sehingga penggunaannya memangkas beberapa tahap sintesis awal.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah kehadiran dua gugus fungsi berbeda dalam satu molekul, yakni asam karboksilat dan amida primer, yang keduanya dapat diolah secara terpisah. Gugus asam karboksilat dapat diesterifikasi, diamidasi, atau direduksi, sementara gugus amida dapat mengalami penataan ulang maupun siklisasi membentuk struktur laktam. Kedekatan kedua gugus pada karbon kuaterner yang sama membuat reaksi siklisasi intramolekul berlangsung menguntungkan secara geometri. Kerangka sikloheksana juga memberi kekakuan konformasi yang berguna dalam merancang molekul dengan orientasi ruang tertentu, dan bentuk padatnya memudahkan penimbangan serta pemurnian ulang.
Di Indonesia, bahan ini umumnya digunakan pada laboratorium riset farmasi, kelompok penelitian sintesis bahan baku obat, serta kegiatan pengembangan dan verifikasi metode analisis di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Kemasan 5 g mendukung percobaan skala laboratorium, sedangkan kemasan 25 g cocok untuk penelitian yang membutuhkan pengulangan atau peningkatan skala. AMI Scientific menyediakan produk TCI ini untuk mendukung kebutuhan riset kimia farmasi dalam negeri.
- Penelitian sintesis bahan baku obat: dikenal sebagai senyawa antara pada jalur pembuatan gabapentin sehingga banyak dipakai dalam kajian rute sintesis farmasi.
- Studi reaksi siklisasi intramolekul: kedua gugus fungsi pada karbon kuaterner yang sama memudahkan pembentukan struktur laktam melalui pemanasan atau katalisis yang sesuai.
- Pengembangan metode analisis: dipakai sebagai bahan pembanding dalam penyusunan dan verifikasi metode kromatografi untuk pemantauan senyawa antara pada proses sintesis.
- Sintesis turunan asam karboksilat: gugus karboksilnya dapat diesterifikasi atau diamidasi untuk membangun pustaka senyawa turunan dengan kerangka sikloheksana yang kaku.
- Penelitian kimia organik akademik: struktur dua gugus fungsi pada satu molekul menjadikannya contoh baik untuk mempelajari selektivitas reaksi pada gugus berbeda.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk C2096 |
|---|---|
| Nomor CAS | 99189-60-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat |
Simpan bahan pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik dengan wadah asli yang tertutup rapat, karena gugus amida dan asam karboksilatnya dapat menyerap kelembapan udara sehingga serbuk menggumpal. Hindari penyimpanan berdampingan dengan basa kuat maupun bahan pengoksidasi kuat. Gunakan spatula bersih dan kering pada setiap pengambilan, kemudian tutup kembali wadah dengan segera dan pastikan label tetap jelas terbaca. Penimbangan dilakukan di lemari asam atau ruang berventilasi memadai dengan mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Kumpulkan sisa bahan serta wadah bekas sebagai limbah kimia berlabel sesuai prosedur laboratorium.
—


