=====PRODUK 1=====
4'-Chloro-2',5'-dimethoxyacetoacetanilide adalah senyawa organik golongan asetoasetanilida yang berperan sebagai building block atau blok penyusun dalam sintesis kimia organik. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai komponen kopling dalam pembuatan zat warna azo, pigmen organik, serta senyawa antara untuk industri farmasi dan agrokimia. Struktur molekulnya mengandung gugus asetoasetat yang reaktif terhadap garam diazonium, sehingga menjadikannya bahan awal yang ideal untuk merancang molekul turunan dengan keragaman gugus fungsi. Para peneliti di bidang kimia sintetik, kimia material, dan kimia analitik menggunakannya untuk membangun senyawa target yang lebih kompleks secara bertahap dengan hasil yang dapat direproduksi. Karena statusnya sebagai bahan antara, senyawa ini biasanya mengalami reaksi lanjutan dan jarang digunakan langsung sebagai produk akhir. Dengan demikian, keberadaan senyawa ini sangat menunjang kegiatan riset dan pengembangan di laboratorium kimia organik.
Senyawa ini memiliki cincin aromatik yang tersubstitusi gugus kloro dan dua gugus metoksi, kombinasi yang memberikan karakter elektronik khas pada molekul. Kehadiran gugus metoksi yang bersifat penyumbang elektron dan gugus kloro yang bersifat penarik elektron memungkinkan peneliti menyesuaikan sifat warna, kelarutan, dan kestabilan termal dari produk akhir yang dihasilkan. Sebagai non-heterocyclic building block, senyawa ini relatif mudah ditangani dan dianalisis dibandingkan senyawa heterosiklik yang struktur cincinnya lebih rumit. Kemurnian yang konsisten dari produk TCI memastikan hasil reaksi yang seragam dari satu batch ke batch lainnya, sehingga data eksperimen menjadi lebih andal dan dapat dibandingkan antar percobaan. Identitas senyawa juga dapat dilacak dengan jelas melalui nomor CAS 4433-79-8, yang memudahkan penelusuran literatur dan dokumentasi laboratorium secara akurat.
Di Indonesia, senyawa ini relevan untuk berbagai kegiatan penelitian di perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, serta industri tekstil, cat, dan farmasi. Peneliti lokal dapat memanfaatkannya untuk pengembangan zat warna alternatif bagi industri batik, sintesis pigmen untuk cat dan tinta, serta pembuatan senyawa antara obat. Kemasan 25 g sangat sesuai untuk penelitian skala kecil, uji coba reaksi, dan pembuatan stok larutan di laboratorium pengajaran. Sebagai bahan kimia bermutu dari TCI, senyawa ini biasanya diperoleh melalui distributor alat dan bahan laboratorium yang melayani institusi riset di berbagai kota. Ketersediaannya membantu laboratorium Indonesia mempercepat proses penemuan dan inovasi kimia secara mandiri dan berkelanjutan.
Produk TCI terkait
- Sintesis zat warna azo: senyawa ini bertindak sebagai komponen kopling yang bereaksi dengan garam diazonium membentuk ikatan azo, sehingga sangat cocok untuk merancang zat warna dengan warna dan ketahanan yang dapat diprediksi.
- Pengembangan pigmen organik: gugus kloro dan metoksi pada cincin aromatik membantu mengatur kristalinitas dan sifat permukaan pigmen, menjadikannya bahan awal yang baik untuk menghasilkan pigmen berkualitas tinggi.
- Sintesis senyawa antara farmasi: kerangka asetoasetanilida yang reaktif dapat diturunkan menjadi berbagai struktur amida dan heterosiklik yang menjadi inti calon obat, mendukung riset kimia medisinal.
- Riset kimia material fungsional: senyawa ini dapat dijadikan monomer atau prekursor untuk polimer, bahan optik, dan lapisan tipis yang membutuhkan gugus kromofor yang terkontrol dengan baik.
- Pendidikan dan pelatihan kimia sintetik: dengan prosedur reaksi yang relatif sederhana, senyawa ini ideal untuk praktikum sintesis organik lanjutan dan pelatihan teknik rekristalisasi di laboratorium universitas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4433-79-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan (periksa keterangan pada label kemasan sebelum digunakan) |
| Penyimpanan | simpan pada suhu ruang di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung |
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering dengan ventilasi baik, serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Wadah yang direkomendasikan adalah botol kaca atau plastik yang inert terhadap pelarut organik; pastikan tutup selalu dikencangkan setelah setiap pemakaian untuk mencegah kontaminasi dan penyerapan uap air. Saat menimbang atau memindahkan bahan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan nitril, kacamata keselamatan, dan jas laboratorium, serta lakukan pekerjaan di dalam lemari asam bila memungkinkan. Hindari menghirup debu bahan dan cuci tangan setelah menangani. Catat tanggal penerimaan dan pemakaian pada label untuk menjaga rotasi stok, serta pisahkan dari bahan yang tidak kompatibel seperti oksidator kuat.
—
