=====PRODUK 1=====
2-Chloroadenosine merupakan analog adenosin yang tergolong dalam kelompok nukleosida, yaitu senyawa yang terdiri atas basa purin yang terikat pada gula ribosa. Di dalam laboratorium, senyawa ini digunakan terutama sebagai agonis reseptor adenosin yang stabil, sehingga para peneliti memanfaatkannya untuk mempelajari berbagai jalur sinyal seluler yang dimediasi oleh reseptor A1, A2A, A2B, dan A3. Karena strukturnya yang mirip dengan adenosin alami namun lebih tahan terhadap degradasi enzimatik, senyawa ini menjadi alat yang andal untuk menguji respons fisiologis sel, seperti penghambatan agregasi trombosit, efek pada sistem saraf, serta regulasi aktivitas enzim tertentu. Produk ini dipasok oleh TCI dalam kemasan analitis dengan nomor CAS 146-77-0.
Sifat utama yang membuat 2-Chloroadenosine dipilih peneliti adalah stabilitasnya yang jauh lebih baik dibandingkan adenosin biasa. Adanya atom klorin pada posisi dua cincin purin melindungi senyawa ini dari deaminasi cepat oleh enzim adenosin deaminase, sehingga efek biologisnya bertahan lebih lama dalam sistem uji. Senyawa ini umumnya tersedia sebagai padatan kristalin berwarna putih hingga hampir putih dengan mutu tinggi untuk keperluan penelitian. Kelarutannya dalam pelarut organik seperti DMSO dan etanol memudahkan penyiapan larutan stok, sementara karakter kimianya yang terdokumentasi baik memungkinkan reproduksibilitas hasil antar percobaan. Karena sifat-sifat tersebut, senyawa ini banyak dijadikan standar pembanding dalam studi farmakologi reseptor adenosin maupun dalam pengembangan kandidat obat.
Di laboratorium-laboratorium Indonesia, baik di perguruan tinggi, lembaga penelitian kesehatan, maupun industri farmasi, 2-Chloroadenosine kerap digunakan dalam penelitian dasar di bidang farmakologi, toksikologi, dan biologi sel. Senyawa ini juga menjadi bahan baku penting untuk studi kardiovaskular dan neurofarmakologi yang banyak dikembangkan di dalam negeri. Ketersediaan dalam kemasan kecil seperti 100 mg dan 1 g memudahkan laboratorium dengan kebutuhan penelitian yang terbatas untuk memperoleh bahan berkualitas tanpa pemborosan. Dengan dukungan distribusi produk TCI di Indonesia, para peneliti dapat mengandalkan konsistensi mutu dan ketertelusuran bahan untuk mendukung publikasi ilmiah yang kredibel.
- Studi agonisme reseptor adenosin — senyawa ini digunakan sebagai agonis yang stabil untuk mengkarakterisasi respons sel terhadap aktivasi reseptor adenosin pada berbagai jenis kultur sel dan jaringan.
- Uji agregasi trombosit — sebagai analog adenosin yang resisten terhadap deaminasi, senyawa ini cocok untuk mengevaluasi efek penghambatan agregasi trombosit dalam penelitian hematologi dan kardiovaskular.
- Penelitian neurofarmakologi — karena kemampuannya memodulasi transmisi sinyal saraf dan efek perlindungannya pada sel saraf, senyawa ini dipakai untuk menguji respons neuron pada model in vitro.
- Pengembangan kandidat obat — struktur analog adenosin yang stabil menjadikannya senyawa pemandu yang berguna dalam perancangan dan skrining senyawa turunan baru yang berpotensi terapeutik.
- Standar pembanding analitik — dengan mutu tinggi dan nomor CAS yang jelas, senyawa ini dapat dipakai sebagai standar dalam metode kromatografi dan spektroskopi untuk identifikasi senyawa sejenis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 146-77-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin berwarna putih hingga hampir putih (karakteristik umum senyawa ini) |
| Penyimpanan | simpan pada suhu sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Penyimpanan 2-Chloroadenosine sebaiknya dilakukan pada suhu sejuk dan kering, idealnya di dalam lemari pendingin, dengan wadah asli yang tertutup rapat untuk melindungi senyawa dari kelembapan dan kontaminasi. Hindarkan dari paparan cahaya langsung karena senyawa organik seperti ini dapat mengalami degradasi fotokimia seiring waktu. Saat menimbang atau memindahkan bahan, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan masker debu untuk mencegah kontak kulit serta penghirupan partikel. Bekerjalah di dalam lemari asam atau area berventilasi baik, dan gunakan spatula yang bersih agar tidak mencemari sisa bahan dalam kemasan. Catat tanggal penerimaan dan buka kemasan hanya ketika akan digunakan agar stabilitas bahan terjaga untuk jangka waktu yang panjang.
- Park dkk. (1991). Local cerebral blood flow response to locally infused 2-chloroadenosine during hypotension in piglets. Developmental Brain Research doi:10.1016/0165-3806(91)90115-y
- Cummings dkk. (1994). Sensitive determination of 8-chloroadenosine 3',5'-monophosphate and 8-chloroadenosine in plasma by high-performance liquid chromatography. Journal of Chromatography B: Biomedical Sciences and Applications doi:10.1016/0378-4347(94)00200-2
- Xu (2012). Efficient Syntheses of 2-Chloro-2‘-Deoxyadenosine (Cladribine) from 2-Chloroadenosine. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.535-537.2425
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
