TCI F0656 2-Fluoroadenosine adalah analog nukleosida purin, yaitu turunan adenosin yang membawa atom fluor pada posisi kedua cincin purin. Nukleosida sendiri merupakan satuan penyusun asam nukleat yang terdiri atas basa nitrogen dan gula ribosa. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan riset biokimia sekaligus senyawa antara penting dalam kimia nukleosida, termasuk sebagai kerangka dasar untuk membuat analog purin lain. Ketersediaannya dalam bentuk murni menghemat waktu peneliti yang jika tidak harus menyiapkan sendiri melalui rangkaian sintesis bertingkat yang panjang.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah pengaruh atom fluor pada cincin purin. Substitusi fluor mengubah sifat elektronik basa purin dan meningkatkan ketahanannya terhadap sejumlah jalur deaminasi enzimatik yang biasanya cepat mengubah adenosin, sehingga analog ini jauh lebih awet dalam sistem percobaan biologis. Kerangka ribosa yang tetap utuh membuat senyawa ini masih dikenali oleh berbagai enzim dan protein pengikat nukleosida, sehingga cocok sebagai alat penelusuran jalur metabolik purin. Kombinasi kemiripan struktur dengan substrat alami dan kestabilan yang lebih baik inilah yang menjadikannya bahan riset bernilai tinggi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada riset biokimia, farmakologi, dan bioteknologi di universitas maupun lembaga penelitian yang mempelajari metabolisme purin, reseptor adenosin, atau pengembangan analog nukleosida. Kemasan 200 mg dan 1 g sesuai dengan sifat pekerjaan riset skala kecil yang memakai bahan dalam jumlah miligram per percobaan, sehingga stok tetap segar dan tidak terlalu lama disimpan di lemari pendingin.
- Riset metabolisme purin, karena strukturnya menyerupai adenosin alami sehingga dapat menjadi pelacak jalur enzimatik tanpa cepat terdegradasi oleh deaminase seluler.
- Sintesis analog nukleosida lanjutan, karena atom fluor pada posisi dua menyediakan titik masuk kimiawi untuk membangun turunan purin yang lebih kompleks.
- Studi farmakologi reseptor adenosin, karena senyawa ini dapat dipakai sebagai pembanding struktural terhadap ligan alami dalam percobaan pengikatan di laboratorium.
- Pengembangan bahan pembanding analisis, karena kemurniannya memungkinkan penggunaan sebagai rujukan struktur pada karakterisasi HPLC, LC-MS, maupun spektroskopi NMR.
- Penelitian biokimia enzim, karena analog terfluorinasi membantu mengungkap selektivitas substrat enzim pemroses nukleosida melalui perbandingan langsung dengan adenosin biasa.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 146-78-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 200 mg, 1 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai keterangan pada label kemasan. |
Simpan nukleosida ini dalam wadah asli yang tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering, terlindung dari cahaya, sebagaimana lazim berlaku bagi bahan biokimia. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk, suatu masalah yang sering terjadi di laboratorium beriklim tropis. Gunakan spatula bersih dan kering, kenakan sarung tangan serta kacamata pelindung, dan hindari menghirup debu halus saat menimbang. Larutan stok sebaiknya diberi label tanggal, disimpan dalam alikuot kecil, dan tidak dibekukan-cairkan berulang kali.
- MARUYAMA dkk. (1998). ChemInform Abstract: Synthesis of 8‐Substituted Analogues of 3′‐Deoxy‐3′‐fluoroadenosine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199828273
- Ohrui (2007). 2′‐Deoxy‐4′‐C‐ethynyl‐2‐fluoroadenosine, a Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor. ChemInform doi:10.1002/chin.200730229
- Barrio dkk. (1998). The elusive 8-fluoroadenosine. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(98)01594-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

