cis-1,4-Cyclohexanediol adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini merupakan salah satu dari banyak senyawa dasar yang digunakan dalam laboratorium untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks. Dalam bidang kimia organik, senyawa ini sering diaplikasikan dalam reaksi reduksi, oksidasi, dan reaksi substitusi. Sebagai bahan dasar, senyawa ini memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru, termasuk obat, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk produk kimia lainnya.
Karakteristik utama dari cis-1,4-Cyclohexanediol adalah struktur sikliknya yang stabil dan kelarutannya yang baik dalam pelarut organik. Senyawa ini memiliki dua grup hidroksil yang terletak simetris pada posisi 1 dan 4, sehingga memungkinkan reaktivitas yang baik dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia berbagai jenis.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti kimia dan ilmuwan untuk pengembangan senyawa baru, uji katalis, serta penelitian tentang reaktivitas senyawa organik. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk mengenalkan konsep kimia organik kepada mahasiswa.
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang farmakologi
- Uji katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa siklik
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia
- Pendidikan kimia organik untuk mahasiswa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 931-71-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
cis-1,4-Cyclohexanediol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguraian. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Senyawa ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
