Chlorpropham (101-21-3) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Sebagai salah satu senyawa pembangun non-heterosiklik, Chlorpropham memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat fleksibel, sehingga dapat diubah menjadi berbagai senyawa lain melalui reaksi kimia tertentu. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk memulai proses sintesis senyawa aktif biologis atau bahan kimia industri.
Chlorpropham memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reagen seperti asam, basa, dan pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk reaksi substitusi, esterifikasi, dan reaksi reduksi. Karena ketersediaannya yang luas dan harga yang relatif terjangkau, Chlorpropham menjadi bahan yang populer di berbagai laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Chlorpropham sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan produk farmasi, serta penelitian bahan kimia industri. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses sintesis senyawa aktif yang digunakan dalam berbagai bidang ilmu, termasuk farmasi, agrokimia, dan material kimia.
- Sintesis senyawa aktif biologis untuk penelitian farmasi
- Pengembangan bahan kimia industri dalam bidang agrokimia
- Reaksi substitusi dalam kimia organik untuk pembuatan senyawa kompleks
- Esterifikasi untuk produksi bahan baku kosmetik dan farmasi
- Penelitian tentang efek kimia pada lingkungan dan bahan organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 101-21-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Chlorpropham harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan di tempat yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung terhadap cahaya matahari dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini. Pastikan area penyimpanan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Franzaring dkk. (2001). Effects of vapours of chlorpropham and ethofumesate on wild plant species. Environmental Pollution doi:10.1016/s0269-7491(00)00205-0
- European Food Safety Authority (2012). Review of the existing maximum residue levels (MRLs) for chlorpropham according to Article 12 of Regulation (EC) No 396/2005. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2012.2584
- Aliaga dkk. (2011). Effect of application of Chlorpropham in sprouting of olluco tubers (Ullucus tuberosus L.) under storage. Scientia agropecuaria doi:10.17268/sci.agropecu.2011.02.04
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
